Javas Corner - Sidiq hanya bisa menyaksikan rumahnya dilalap api ketika pulang dari ladang. Rasa lemas menjalar ke seluruh tubuhnya ketika apa yang ia bangun dengan keringat habis dalam sekejap. Kobaran api sudah membesar dan menjalar ke belasan bangunan lain di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Salah satu bangunan yang terdampak adalah rumah milik Sidiq. Saat kejadian, ia sedang berada di ladang. Setibanya di rumah, ia tidak lagi memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang miliknya. Api telah membesar, sementara angin kencang membuat kobaran semakin cepat merambat.
"Awalnya dari rumah sebelah. Saya sempat dari ladang, saya sampai di tempat sudah tidak bisa menyelamatkan barang-barang penting," kata Sidiq saat ditemui setelah kebakaran.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Wonosobo, sedikitnya 17 bangunan terdampak, dengan sebelas rumah rata dengan tanah.
Bagi Sidiq, kebakaran itu bukan sekadar kehilangan tempat tinggal. Dalam waktu singkat, sebagian barang yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ikut musnah. Ia masih berusaha mengingat barang-barang yang sempat diselamatkan dari kobaran api.
Sepeda motor, mesin cuci, kulkas, hingga burung peliharaan masih bisa diamankan. Namun, tidak semua barang bernasib sama. Surat-surat dan sejumlah barang lainnya tidak sempat dibawa keluar dari rumah.
"Surat-surat sudah enggak bisa," ujar Sidiq.
Saat kebakaran terjadi, rumah Sidiq sebenarnya tidak kosong. Ada tiga orang yang berada di dalam rumah, yakni istri dan anaknya. Beruntung keluarganya selamat meski barang dan surat-surat penting hangus tak bersisa. Ketiganya berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
Keselamatan keluarga menjadi hal yang lebih utama ketika kobaran api mulai menguasai rumah. Sidiq mengatakan kondisi api ketika dirinya tiba sudah sangat sulit dikendalikan. Tiupan angin membuat api semakin cepat bergerak dan menyambar bangunan di sekitarnya.
"Saya pulang, api sudah membara. Terbawa angin, anginnya kencang sekali," tuturnya.
Tidak hanya rumah Sidiq yang terbakar. Api yang bermula dari satu rumah kemudian merambat ke bangunan lain hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di permukiman padat yang rentan terhadap perambatan api. Selain itu, kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat sangat menentukan seberapa besar kerugian yang bisa dicegah.
#Kebakaran #Wonosobo #DesaTieng #Kejajar #BPBDWonosobo #KorbanKebakaran #BeritaDuka #JawaTengah #InfoBencana #BeritaViral