JAVASCORNER.CO.ID, BEKASI - Pemandangan memprihatinkan terjadi di Kampung Dukuh, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Selama puluhan tahun, warga setempat harus menggotong keranda jenazah melewati pematang sawah selebar hanya 25 sentimeter untuk mencapai Tempat Pemakaman Umum (TPU). Kondisi ini menjadi sorotan setelah keluhan warga viral di media sosial.
Kondisi Akses Jalan Makam
Jalan setapak menuju TPU hanya berupa galengan sawah dengan lebar sekitar 25 sentimeter. Para pengusung keranda harus menjaga keseimbangan dan bekerja sama secara ekstra agar tidak terperosok ke sawah. Saat musim hujan, kondisi jalan semakin berbahaya karena licin dan berlumpur.
Risiko Keselamatan
Prosesi pemakaman menjadi sangat sulit, terutama saat hujan. Warga khawatir akan terjadi kecelakaan karena medan yang ekstrem. Belum ada akses alternatif yang memadai dari pemerintah setempat.
Keluhan Warga
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan keprihatinannya, Senin (21/4/2026). "Kami mohon perhatian dari pemerintah desa, kecamatan, sampai kabupaten. Ini menyangkut kemanusiaan. Mengantarkan ke peristirahatan terakhir saja kami susah payah," ujarnya.
Warga merasa hak mereka atas fasilitas publik yang mendasar terabaikan selama bertahun-tahun. Mereka berharap pemerintah segera membangun jalan yang layak menuju TPU.
Harapan Warga
Masyarakat Kampung Dukuh mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya dinas terkait, untuk segera turun tangan. "Kami hanya ingin jalan yang aman dan bisa dilalui oleh pengusung keranda dengan bermartabat. Jangan sampai menunggu ada korban jatuh baru diperbaiki," tambah warga tersebut.
Persoalan ini diharapkan menjadi prioritas dalam program pembangunan infrastruktur desa tahun 2026. Warga berharap akses menuju TPU segera diperbaiki agar prosesi pemakaman dapat berlangsung dengan layak dan aman.