JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan tak tergoyahkan bagi Iran menyusul terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru. Pernyataan itu disampaikan Putin melalui pesan resmi pada Senin (9/3/2026) waktu setempat, menanggapi transisi kepemimpinan di Teheran pasca-wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
Dukungan Rusia untuk Iran
Putin menegaskan komitmen Moskow sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi Teheran. "Saya ingin menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami," ujar Putin dalam pesan kepada Mojtaba Khamenei, seperti dikutip AFP, Selasa (10/3/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah situasi sulit yang dihadapi Iran. Putin menyebut masa jabatan Mojtaba Khamenei membutuhkan keberanian dan dedikasi besar.
"Pada saat Iran menghadapi agresi bersenjata, masa jabatan Anda di posisi tinggi ini pasti akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar," tegas pemimpin Kremlin tersebut.
Transisi Kepemimpinan Iran
Mojtaba Khamenei terpilih dengan perolehan lebih dari 85% suara anggota Majelis Pakar. Pemilihan ini merujuk pada Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran untuk masa jabatan delapan tahun.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menegaskan transisi kepemimpinan berjalan kokoh. Sesaat setelah penunjukan tersebut, Iran langsung mengaktifkan langkah militer strategis di bawah komando baru.
Putra Ayatollah Ali Khamenei ini menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Dampak Serangan AS-Israel
Iran memaparkan dampak signifikan dari serangan AS dan Israel selama sepuluh hari terakhir. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tewas.
Sebanyak 9.669 target sipil dilaporkan hancur. Kerusakan mencakup 7.943 unit rumah tinggal, pusat medis, sekolah, hingga infrastruktur energi.
Dukungan Putin ini memperkuat hubungan strategis Moskow-Teheran di tengah ketegangan regional yang meningkat. Pernyataan Kremlin menjadi sinyal jelas bahwa Rusia tetap berpihak pada Iran meski terjadi perubahan kepemimpinan.