Nasional

Qodari Minta Masyarakat Fokus Substansi, Bukan Kalimat 'Indonesia Gelap' Prabowo

Elvan Rizki Elvan Rizki 30 Apr 2026 22:40 27 Views
Muhammad Qodari Kepala Bakom RI

Muhammad Qodari Kepala Bakom RI

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, meminta masyarakat untuk tidak terjebak pada satu kalimat dalam pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal 'Indonesia gelap' dan 'kabur ke Yaman'. Ia menekankan pentingnya melihat substansi pidato secara utuh, terutama terkait program kemandirian bangsa dan hilirisasi.

Latar Belakang

Dalam pidato di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), Presiden Prabowo Subianto membantah keras anggapan bahwa Indonesia dalam keadaan 'gelap'. Ia justru menyebut Indonesia sebagai negara yang cerah dan paling aman di dunia.

Pernyataan itu sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mengkritik, namun ada pula yang membela.

Pernyataan Qodari

Dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu malam, Qodari dengan tegas meminta publik tidak melakukan 'cherry picking' atau memetik satu kalimat saja dari pidato presiden.

"Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi jangan dibilang Indonesia gelap, kalau enggak suka Anda ke Yaman saja. Jangan itunya yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi tadi itu harus dilihat," kata Qodari.

Fokus pada Hilirisasi

Qodari menjelaskan, pidato Prabowo banyak membahas program kemandirian bangsa dan hilirisasi. Menurutnya, banyak pihak luar negeri yang tidak senang dengan program hilirisasi di Indonesia.

"Karena selama ini mereka mengambil manfaat dengan kita kirim bahan mentah. Nah sekarang Presiden tidak mau, mau membangun nilai tambah lewat apa? Hilirisasi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak naif terhadap upaya subversi dan infiltrasi asing yang mungkin terjadi. "Jadi kalau di luar itu ada yang tidak senang kemudian ya dia subversi dia infiltrasi dan seterusnya kita enggak boleh naif juga begitu," ucapnya.

Pidato Prabowo

Presiden Prabowo Subianto membantah pihak yang menyebut 'Indonesia gelap'. Menurut dia, orang yang berkoar-koar Indonesia gelap memiliki mata yang buram.

"Terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja," ujar Prabowo dalam groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah.

Prabowo bahkan mempersilakan orang-orang pintar yang merasa tidak cocok untuk kabur ke Yaman. Ia menyarankan mereka membaca berita bahwa Indonesia adalah negara teraman di dunia.

"Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh," ujar dia.

Reaksi Publik

Pernyataan Prabowo menuai beragam reaksi. Sebagian masyarakat mengkritik keras, menganggap presiden antikritik dan merasa paling benar. Seorang warganet bernama Yustinus berkomentar, "Wong cuma dikritik kok malahan suruh kabur ke yaman. pemerintahan macam apa ini? antikritik? merasa paling benar sendiri?"

Namun, Qodari berharap publik tidak terjebak pada satu kalimat kontroversial, melainkan melihat keseluruhan pidato yang sarat dengan program pembangunan nasional.

Polemik ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi publik yang jernih di tengah derasnya informasi. Masyarakat diharapkan mampu memilah dan memilih substansi dari setiap pernyataan pemimpin, tanpa terprovokasi oleh potongan kalimat yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Elvan Rizki

// Verified Author

Elvan Rizki

Staff Redaksi

Spesialis konten media siber dan publikasi Google News.

▸ TAG TOPIK

#Prabowo #Indonesia Gelap #Qodari #Bakom #Hilirisasi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner