Karir

Quiet Quitting: Bukan Malas, Tapi Bentuk Perlindungan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Ujang Trisno Ujang Trisno 06 Mar 2026 23:16 45 Views
karyawan yang membatasi diri dari kerja berlebihan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.

karyawan yang membatasi diri dari kerja berlebihan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.

Apa Itu Quiet Quitting?

Fenomena quiet quitting sedang ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika karyawan tetap menjalankan tugas pokok sesuai deskripsi pekerjaan, namun tanpa inisiatif tambahan, lembur, atau keterlibatan emosional berlebih. Mereka tidak berhenti bekerja secara resmi, hanya membatasi diri agar tidak "hidup untuk bekerja". Survei Gallup (2023) mencatat bahwa 59 persen karyawan di seluruh dunia tergolong not engaged—hadir secara fisik tetapi tidak terlibat secara emosional.

Penyebab Quiet Quitting

Para ahli menegaskan bahwa quiet quitting bukanlah kemalasan, melainkan reaksi psikologis terhadap lingkungan kerja yang tidak sehat. Dekan FEB UMY, Meika Kurnia Puji Rahayu, menjelaskan bahwa ini adalah sinyal adanya masalah dalam sistem kerja dan budaya organisasi. Fenomena ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap hustle culture yang mengglorifikasi kerja berlebihan tanpa kompensasi setimpal.

Faktor Utama yang Memicu Quiet Quitting

Beberapa faktor utama penyebab quiet quitting antara lain: burnout akibat beban kerja berlebih, ketidakseimbangan kehidupan dan pekerjaan, kurangnya penghargaan, serta kepemimpinan yang buruk. Dosen Psikologi Unair, Dr. Fajrianthi, menambahkan bahwa ketika karyawan merasa tidak mendapat dukungan dan kehilangan keterhubungan dengan organisasi, mereka cenderung menarik diri secara emosional.

Dampak pada Kesehatan Mental

Dari sisi positif, quiet quitting bisa menjadi mekanisme perlindungan diri (self-protection). Psikolog Ikhsan Bella Persada menilai kesadaran ini membantu seseorang membuat batasan jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga dapat menurunkan stres bahkan mencegah burnout. Karyawan pun punya ruang untuk melakukan self-care dan lebih fokus pada diri sendiri.

Risiko Jangka Panjang Quiet Quitting

Namun, jika dibiarkan berlarut, quiet quitting juga bisa berdampak buruk. Psikoterapis Katherine Cullen mengingatkan bahwa ketidakpuasan kerja berkepanjangan dapat memicu perasaan sia-sia, bosan, bahkan depresi. Perspektif dari UII menambahkan bahwa strategi ini sebenarnya tidak sehat karena bersifat pasif agresif—alih-alih menyuarakan keluhan, karyawan justru mengurangi kinerja, yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

Solusi untuk Budaya Kerja Sehat

Mengatasi quiet quitting membutuhkan kolaborasi kedua belah pihak. Perusahaan perlu mengevaluasi beban kerja, membangun komunikasi terbuka, serta menciptakan lingkungan suportif dengan sistem apresiasi yang adil. Gaya kepemimpinan yang memberdayakan terbukti mampu meningkatkan rasa memiliki karyawan.

Peran Individu dalam Mengatasi Quiet Quitting

Dari sisi individu, penting untuk menetapkan batasan sehat namun tetap komunikatif, serta mendiskusikan ketidakpuasan dengan atasan secara konstruktif. Pada akhirnya, quiet quitting adalah cermin bagi dunia kerja untuk berbenah menuju budaya yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#quiet quitting #kesehatan mental #lingkungan kerja #burnout #produktivitas

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner