Internasional

Raksasa NATO Ini Akui Iran Menang, Trump Habis Dipermalukan

Raka Pratama Raka Pratama 29 Apr 2026 07:24 54 Views
Bendera Iran berkibar di tengah puing-puing setelah serangan Israel dan AS di Teheran

Bendera Iran berkibar di tengah puing-puing setelah serangan Israel dan AS di Teheran

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik pedas terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyebut negara tersebut tengah dipermalukan oleh kepemimpinan Iran. Merz menilai pemerintahan Presiden Donald Trump telah kalah cerdik di meja perundingan dan terus-menerus diakali oleh Teheran dalam upaya diplomasi yang buntu.

Kritik Merz terhadap Kemampuan Diplomasi AS

Mengutip The Guardian, Merz memberikan penilaian tersebut saat berbicara di hadapan mahasiswa di Marsberg. Ia menganggap tim negosiasi Amerika tidak berdaya menghadapi strategi diplomasi yang dimainkan oleh pihak Iran.

"Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan orang-orang Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun," ujar Merz, Selasa (28/4/2026).

Merz menekankan bahwa kegagalan diplomasi ini merupakan tamparan keras bagi wibawa AS di mata dunia. Ia pun menyoroti peran Pengawal Revolusi Iran yang dianggap menjadi aktor di balik sulitnya mencapai kesepakatan.

"Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Dan saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin," kata Merz.

Dampak Diplomasi dan Respons Iran

Pernyataan Merz ini menyusul keputusan Donald Trump dua hari lalu yang membatalkan rencana perjalanan tim negosiator Amerika ke Islamabad untuk pembicaraan tidak langsung. Padahal, dua minggu sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance telah memimpin delegasi ke ibu kota Pakistan tersebut, namun pertemuan berakhir tanpa ada kemajuan berarti.

Trump sendiri sebelumnya sempat sesumbar kepada Fox News bahwa negaranya berada dalam posisi yang jauh lebih unggul dibandingkan Iran. Ia mengeklaim bahwa pihak Teheran-lah yang seharusnya memohon untuk bernegosiasi.

"Kami memegang semua kartu. Jika Teheran ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami," kata Trump.

Namun, di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi justru menunjukkan kemesraan hubungan dengan Rusia saat bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow. Araghchi mengeklaim bahwa blokade ekonomi AS tidak menggoyahkan posisi negaranya, melainkan justru menunjukkan ketangguhan sistem di Iran.

"Dunia kini telah menyadari kekuatan sejati Iran. Telah menjadi jelas bahwa Republik Islam Iran adalah sistem yang stabil, solid, dan kuat," ujar Araghchi.

Senada dengan itu, Putin menyatakan dukungan penuhnya agar Iran bisa segera keluar dari krisis akibat blokade tersebut demi tercapainya stabilitas di kawasan.

"Rusia akan melakukan segalanya yang melayani kepentingan Iran, kepentingan semua orang di kawasan ini, sehingga perdamaian dapat dicapai sesegera mungkin," tutur Putin.

Situasi Militer dan Ancaman Netanyahu

Sementara diplomasi di tingkat atas terus mengalami kebuntuan, situasi di lapangan justru semakin memanas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan sinyal bahwa aksi militer tetap menjadi opsi utama untuk meredam kekuatan kelompok-kelompok yang disokong oleh Iran.

"Masih ada dua ancaman utama dari Hizbullah: roket 122mm dan drone. Ini menuntut kombinasi aktivitas operasional dan teknologi," pungkas Netanyahu.

Kritik Merz ini menjadi tamparan diplomatik bagi AS yang selama ini mengklaim superioritasnya di Timur Tengah. Dengan Iran yang semakin percaya diri dan didukung Rusia, prospek perdamaian di kawasan masih jauh dari kata pasti.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Iran #Donald Trump #Friedrich Merz #NATO #diplomasi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner