Viral

RDP DPRD Tana Toraja Memanas, Mitra SPPG Sebut Makanan Busuk Tapi Tetap Dimakan, Orang Tua Murid Murka

Ujang Trisno Ujang Trisno 05 Sep 2026 20:23 30 Views
RDP DPRD Tana Toraja Memanas, Mitra SPPG Sebut Makanan Busuk Tapi Tetap Dimakan, Orang Tua Murid Murka

RDP DPRD Tana Toraja Memanas, Mitra SPPG Sebut Makanan Busuk Tapi Tetap Dimakan, Orang Tua Murid Murka

Javas Corner - Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang sidang paripurna DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9/2026), berlangsung tegang dan diwarnai emosi. Pertemuan yang membahas dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kemarahan para orang tua siswa akibat pernyataan yang dinilai tak berempati dari pihak pengelola.

 

Kejadian berawal saat anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Demokrat, Jumedy Pawarrang, meminta penjelasan transparan terkait dugaan 156 siswa yang mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG. Jumedy menegaskan bahwa forum tersebut bertujuan mengevaluasi penerapan operasional di lapangan, bukan memperdebatkan MBG sebagai program nasional. "Yang mau dijelaskan adalah proses mengapa hal ini bisa terjadi. Kita tahu ini program nasional, tapi yang ingin kita ketahui adalah kenapa anak-anak kita bisa keracunan. Kalau Anda mengatakan tidak ada keracunan dan tidak ada kesalahan, itu pembodohan," tegasnya.

 

Merespons tuduhan tersebut, Louice Cristiana Mangontan atau Lusi, selaku perwakilan Mitra SPPG Makale Batupapan 1, menepis tuduhan bahwa pihaknya melanggar standar operasional prosedur. Namun, argumentasinya justru memicu emosi massa. Sambil menepuk meja rapat, Lusi mempertanyakan alasan para siswa tetap mengonsumsi makanan jika sudah mengetahui kondisinya berbau tidak sedap. "Ada beberapa informasi yang saya dengar bahwa makanan itu sudah busuk. Lah, kalau sudah tahu bau, kenapa masih dimakan, Tabe'?" ujar Lusi.

 

Sontak, ucapan tersebut langsung menyulut kemarahan orang tua siswa yang hadir di ruang sidang. Sejumlah orang tua berdiri dan menunjuk ke arah Lusi, menyuarakan keberatan atas sikap pengelola yang dinilai menyalahkan anak-anak dan terkesan lepas tangan dari tanggung jawab kelayakan pangan. Warganet di media sosial pun turut bergejolak, mempertanyakan bagaimana mungkin anak-anak sekolah diminta membedakan kelayakan pangan dari makanan yang disajikan oleh program resmi pemerintah yang seharusnya dijamin keamanannya.

 

Kendati menuai gelombang protes, Lusi menyatakan bahwa insiden tersebut berada di luar kendalinya dan menegaskan siap menerima konsekuensi. "Hal ini memang di luar kendali kami. Makanya kami siap salah, siap perbaiki, sanksi apa pun kami siap terima dengan lapang dada. Walaupun kami sudah melakukan sesuai SOP, ada saja hal di luar kendali kami. Jadi hanya Tuhan yang tahu," ucapnya. Hingga RDP usai, desakan evaluasi total terhadap penyedia dan pengelola SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis di Tana Toraja terus menguat demi menjamin keselamatan dan kesehatan para siswa.

 

Tags:

#DPRDTanaToraja #RDP #MBG #KeracunanMBG #SPPG #TanaToraja #Pendidikan #KesehatanAnak #Kecaman #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner