JAVASCORNER.CO.ID, WASHINGTON DC - Rekaman CCTV baru yang dirilis jaksa menunjukkan seorang pria bersenjata menerobos pos pemeriksaan keamanan hanya dalam empat detik saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026). Pelaku, Cole Tomas Allen (31), didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap Trump.
Rekonstruksi Kejadian
Rekaman yang diunggah di X oleh Jaksa AS untuk Washington DC, Jeanine Pirro, pada Kamis (30/4/2026) memperlihatkan hampir selusin agen keamanan berjaga di pos pemeriksaan hotel. Seorang pria bermantel panjang gelap tampak berjalan melalui koridor, lalu menghilang di balik pintu. Beberapa saat kemudian, ia muncul tanpa mantel dan berlari melewati detektor logam sambil memegang sesuatu yang tampak seperti pistol di kedua tangannya.
Menurut pernyataan tertulis jaksa, mantel yang dikenakan Allen sebelumnya digunakan untuk menyembunyikan senapan laras ganda kaliber 12. Ia juga membawa pistol semi-otomatis, senapan laras panjang, dan tiga pisau saat berlari di lantai teras hotel.
Klip tersebut tidak menampilkan detik-detik ketika penyelidik menyebut terduga penyerang terjatuh dan akhirnya ditangkap di area Washington Hilton. Namun, rekaman menunjukkan seorang petugas keamanan melepaskan tembakan ke arah pelaku, meski belum jelas apakah Allen sempat menembakkan senjatanya.
Identitas dan Dakwaan
Tersangka bernama Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun, didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Trump. Dakwaan tersebut dibacakan di pengadilan federal pada Senin (27/4/2026) waktu setempat. Allen belum menyampaikan pernyataan pembelaan atas dakwaan tersebut.
Departemen Kehakiman AS menyatakan, rekaman video juga menunjukkan Allen diduga telah mengintai area hotel sehari sebelum acara makan malam berlangsung.
Pengintaian Sebelum Acara
Menurut jaksa, Allen terlihat berjalan menyusuri koridor Washington Hilton pada malam sebelum acara gala dan sempat mendatangi pusat kebugaran hotel. Saat itu, ia telah check-in sebagai tamu hotel. Hal ini menunjukkan adanya perencanaan matang sebelum aksi nekat tersebut.
Belum diketahui motif pasti di balik percobaan pembunuhan ini. Namun, insiden ini kembali menyoroti celah keamanan di acara-acara kenegaraan yang melibatkan presiden.
Reaksi dan Pengamanan
Pasca-insiden, pengamanan di sekitar Gedung Putih dan lokasi acara resmi diperketat. Dua anggota Garda Nasional sebelumnya juga ditembak di dekat Gedung Putih, meningkatkan kewaspadaan aparat keamanan.
Presiden Trump sendiri tidak terluka dalam insiden tersebut dan melanjutkan agenda acaranya. Pemerintahan Trump menyatakan akan mengevaluasi kembali prosedur keamanan untuk acara-acara serupa di masa depan.
Kasus ini masih dalam proses hukum. Allen akan menjalani sidang lanjutan dalam waktu dekat. Masyarakat menanti pengungkapan motif di balik aksi berani ini, yang hampir mengubah panggung politik Amerika Serikat.