JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Rekening Bank Mandiri milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mendadak diblokir saat memimpin aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026). Saldo Rp80,9 juta di dalamnya pun ikut terkunci, termasuk dana donasi masyarakat.
Kronologi Pemblokiran
Supriyono mengaku kaget ketika mengetahui rekeningnya diblokir. Padahal, dana tersebut merupakan uang pribadinya dan sumbangan warga yang disiapkan untuk operasional aksi.
"Saat ini, hari ini, saya di Jakarta dan teman-teman sangat merasa terzalimi. Tadi malam akun TikTok saya diblokir. Lebih parah lagi, rekening saya, uang pribadi saya dan uang donasi dari teman-teman Rp80 juta sekian juga diblokir," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Ia pun menunjukkan bukti pemblokiran rekening tersebut kepada awak media. Pemblokiran ini terjadi bersamaan dengan terblokirnya akun media sosial miliknya.
Akibatnya, kebutuhan logistik dan akomodasi puluhan peserta aksi dari Pati di Jakarta menjadi terkendala. Meski begitu, mereka tetap bertahan dengan bantuan bahan pangan dari warga setempat.
Tekanan Terhadap Aspirasi
Botok menilai pemblokiran rekening dan akun media sosial tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap kelompoknya. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto memperhatikan kondisi yang mereka alami.
Ia menegaskan kedatangan massa AMPB ke Jakarta bukan untuk membuat kerusuhan. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
"Karena ini kan aspirasi rakyat Indonesia. Perampasan RUU perampasan aset koruptor dan hukuman mati koruptor ini kan aspirasi seluruh rakyat Indonesia. Jadi kami teman-teman dari Pati datang ke Jakarta itu tidak ada niat untuk membuat kerusuhan," kata Botok.
"Kami di sini murni mengawal aspirasi rakyat Indonesia dengan tertib, aman, dan damai," sambungnya.
Botok mengaku belum pernah mengalami pemblokiran saat aksi di Pati. Ia merasa diperlakukan tidak adil karena menganggap dirinya bukan teroris, kriminal, atau koruptor.
Tindak Lanjut AMPB
Meski masih berada di Jakarta, Botok memastikan AMPB tidak akan kembali menggelar aksi dengan pola camping di sekitar Gedung DPR RI. Mereka akan mengikuti ketentuan waktu penyampaian pendapat di muka umum.
"Rencana untuk camping kita nggak ada ya. Kita aksi mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore atau jam 6 sore lah paling lambat, sesuai dengan undang-undang penyampaian pendapat," katanya.
Sebelumnya, AMPB telah membuka posko di depan Gedung DPR RI. Posko tersebut disiapkan menjelang aksi yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Rombongan AMPB tiba di depan Gedung DPR RI pada Jumat (21/8/2026). Mereka berencana terus mengawal aspirasi meski menghadapi berbagai kendala.