Viral

RSUD Rantauprapat Buka Suara Soal Video Viral Pasien Diduga Ditolak, Ini Penjelasan Resminya

Ujang Trisno Ujang Trisno 09 Sep 2026 14:59 45 Views
RSUD Rantauprapat Buka Suara Soal Video Viral Pasien Diduga Ditolak, Ini Penjelasan Resminya

RSUD Rantauprapat Buka Suara Soal Video Viral Pasien Diduga Ditolak, Ini Penjelasan Resminya

Javas Corner - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pasien diduga ditolak oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial. Video tersebut memicu reaksi keras dari warganet yang mengecam dugaan penolakan pasien kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

 

Menanggapi hal ini, pihak RSUD Rantauprapat akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi resmi. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Rantauprapat, Dokter Yudha Sitorus, membantah adanya penolakan pasien kritis. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara petugas keamanan dengan pendamping pasien saat kondisi ruang IGD sedang penuh.

 

"Yang terjadi pada video viral itu sebenarnya bukan dilakukan penolakan. Karena pada dasarnya rumah sakit ini bukan hanya menerima pasien dari Labuhanbatu, tapi juga daerah lainnya," ujar Yudha, Rabu (9/9/2026).

 

Kondisi IGD Penuh dan Antrean Panjang

Yudha menjelaskan bahwa saat kejadian, jumlah pasien yang membutuhkan penanganan di IGD sangat banyak. Bahkan, pasien yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Labuhanbatu, tetapi juga dari sekitar 6-7 kabupaten tetangga yang turut memanfaatkan layanan RSUD Rantauprapat.

 

"Jadi memang pasien yang datang hampir dari 6-7 kabupaten, sehingga IGD kami sering penuh. Kami sampaikan ke pasien, terpaksa untuk pasien dengan kondisi memungkinkan, kami tempatkan di kursi atau kursi roda dulu," katanya lagi.

 

Penempatan pasien di kursi atau kursi roda ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk mengatasi kapasitas IGD yang overload. Pihak rumah sakit harus mengatur penempatan pasien sesuai tingkat kegawatan dan ketersediaan fasilitas yang ada.

 

Tidak Ada Penolakan, Hanya Keterbatasan Fasilitas

Yudha menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak pernah berniat menolak pasien. Namun, keterbatasan fasilitas dan ruang perawatan memaksa petugas untuk melakukan triase atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat keparahan.

 

"Yang terjadi pada video viral itu sebenarnya bukan dilakukan penolakan," tegasnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pasien dengan kondisi kritis tetap akan mendapatkan penanganan prioritas, sementara pasien dengan kondisi yang lebih stabil mungkin harus menunggu atau ditempatkan sementara di area lain.

 

Viral di Media Sosial dan Respons Publik

Video yang viral di media sosial menunjukkan seorang pendamping pasien yang tampak frustrasi dan memprotes petugas keamanan rumah sakit. Dalam video tersebut, pendamping pasien menyebut bahwa pasien kritis tidak mendapatkan pelayanan yang layak.

 

Publik pun ramai mengomentari video tersebut, sebagian besar menyayangkan dugaan penolakan pasien. Namun, setelah klarifikasi dari pihak rumah sakit, beberapa warganet mulai memahami bahwa yang terjadi adalah keterbatasan kapasitas, bukan penolakan.

 

Harapan untuk Perbaikan Layanan

Kasus ini menjadi sorotan tentang kondisi layanan kesehatan di daerah, terutama rumah sakit rujukan seperti RSUD Rantauprapat yang harus melayani pasien dari berbagai kabupaten di sekitarnya.

 

Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan fasilitas rumah sakit, termasuk penambahan ruang IGD dan tenaga medis, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

 

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan memahami situasi yang dihadapi oleh pihak rumah sakit. Jika menemui kendala dalam pelayanan kesehatan, sebaiknya komunikasikan dengan baik dan melalui saluran yang tepat.

 

Javas Corner akan terus memberikan informasi terbaru seputar isu-isu kesehatan dan pelayanan publik. Pantau terus kanal kami untuk berita-berita terkini.

 

#RSUDRantauprapat #VideoViral #PasienDitolak #Labuhanbatu #IGD #Kesehatan #JavasCorner #BeritaViral #RumahSakit #PelayananKesehatan

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner