JAVASCORNER.CO.ID, KHOMEYN - Rudal Amerika Serikat kembali menghantam sebuah sekolah di kota Khomeyn, Iran bagian tengah, pada Selasa (10/3/2026). Serangan ini menargetkan sekolah Dr. Hafez Khomeini dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitarnya, meski belum ada laporan korban jiwa.
- Serangan Terbaru di Khomeyn
- Konteks Serangan Sebelumnya
- Identifikasi Rudal Tomahawk
- Respons dan Dampak
Serangan Terbaru di Khomeyn
Reuters melaporkan lokasi yang terdampak merupakan sekolah Dr. Hafez Khomeini. Serangan terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, belum ada korban jiwa atau luka-luka yang tercatat. Kerusakan terbatas pada bangunan fisik di area sekolah.
Foto-foto dari Iranian Red Crescent Society menunjukkan puing-puing dan struktur yang ambruk. Tim medis setempat sudah berada di lokasi untuk melakukan assesment.
Konteks Serangan Sebelumnya
Insiden ini terjadi di tengah seruan penyelidikan terhadap serangan rudal AS sebelumnya. Pada Sabtu (28/2/2026), rudal diduga kuat menghantam sekolah dasar perempuan di Minab, Iran Selatan.
Serangan di Minab menewaskan sedikitnya 170 orang. Sebagian besar korban merupakan pelajar yang sedang berada di dalam sekolah.
Ini merupakan serangan pertama AS dan Israel ke Iran dalam periode tersebut. Pola serangan terhadap fasilitas pendidikan mulai menjadi perhatian komunitas internasional.
Identifikasi Rudal Tomahawk
Tim medis Iranian Red Crescent Society mengidentifikasi salah satu rudal sebagai Tomahawk BGM atau UGM-109. Rudal ini merupakan produksi Amerika Serikat.
Rudal Tomahawk dioperasikan secara eksklusif oleh Angkatan Laut AS. Senjata ini bisa diluncurkan dari kapal permukaan maupun kapal selam.
Para ahli menegaskan Israel tidak mengoperasikan rudal jenis ini. Identifikasi ini memperkuat dugaan keterlibatan langsung Amerika Serikat.
Respons dan Dampak
Rekaman dari lokasi konstruksi terdekat menunjukkan rudal menghantam target di dalam pangkalan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Namun dampaknya merembet ke fasilitas sekolah yang berdekatan.
Serangan ini memperburuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Masyarakat internasional mulai mempertanyakan target-target serangan militer.
PBB dan organisasi kemanusiaan mengkhawatirkan dampak berkelanjutan terhadap pendidikan anak-anak Iran. Sekolah-sekolah seharusnya menjadi zona aman dalam konflik bersenjata.
Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan terbaru ini. Namun pemerintah setempat diduga akan meningkatkan protokol keamanan di fasilitas publik.