JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Serangan rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel pada akhir Maret hingga awal April 2026, mengakibatkan setidaknya 24 warga sipil tewas dan kerusakan di beberapa pemukiman. Video detik-detik ledakan viral di media sosial memperlihatkan momen proyektil menghantam wilayah Israel tengah setelah lolos dari intervensi pertahanan udara.
Serangan Masif Iran
Pasukan Iran dan kelompok proksinya melancarkan serangan beruntun antara 31 Maret hingga 2 April 2026. Menurut laporan Institute for the Study of War (ISW), puluhan rudal balistik ditembakkan menuju wilayah Israel tengah.
Lokasi Sasaran
Serangan terfokus pada tiga area pemukiman:
- Petah Tikva
- Bnei Brak
- Rosh Haayin
Video yang beredar di platform Telegram grup Ramreports dan Hotnews—divalidasi Aljazeera—menunjukkan beberapa rudal berhasil melewati sistem Iron Dome. Rekaman itu menampilkan ledakan keras dan kobaran api di area permukiman.
Dampak dan Korban
The Jerusalem Post melaporkan 12 korban jiwa dalam serangan akhir Maret, termasuk enam anak dan dua perempuan lanjut usia. Total korban tewas sejak eskalasi konflik mencapai 24 warga Israel.
Jenis Amunisi
Intelijen militer Israel mengidentifikasi dua rudal yang diluncurkan Iran membawa hulu ledak berisi amunisi kluster. Senjata ini dikenal berbahaya bagi populasi sipil karena menyebar banyak peledak kecil.
Serangan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan membakar sejumlah kendaraan. Lembaga independen mengonfirmasi rudal balistik menyasar langsung kawasan permukiman di Petah Tikva.
Respons Militer
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal Iran. Mereka melaporkan Iran meluncurkan 20 proyektil antara 1-2 April 2026.
Upaya Pencegahan
IDF memperkirakan Iran berusaha meluncurkan puluhan rudal tambahan selama periode 24 jam. Serangan udara Israel diklaim menggagalkan upaya tersebut sebelum rudal mencapai target.
- Deteksi dini sistem peringatan
- Intervensi pesawat tempur
- Penggunaan sistem pertahanan udara multi-layer
Meski demikian, beberapa rudal tetap berhasil menembus pertahanan. Keberhasilan penetrasi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas Iron Dome menghadapi serangan masif.
Konteks Konflik
Perwakilan Iran menyatakan serangan ini merupakan balasan atas agresi AS-Israel pada 28 Februari 2026. Teheran mengancam akan terus "melawan balik" serangan yang mereka anggap berasal dari koalisi musuh.
Eskalasi Terkini
Dalam beberapa minggu terakhir, Iran menembakkan 10-15 rudal harian menargetkan Israel. Pola ini menunjukkan intensifikasi konflik dibanding periode sebelumnya.
Konfrontasi militer antara Iran dan Israel telah berlangsung bertahun-tahun melalui proxy dan serangan langsung. Insiden terbaru memperlihatkan peningkatan kemampuan rudal Iran menembus sistem pertahanan canggih.
Analis keamanan memperkirakan konflik akan terus berlanjut dengan pola serangan dan balasan. Komunitas internasional mengkhawatirkan eskalasi bisa meluas ke kawasan Timur Tengah yang lebih luas. Upaya diplomatik diperlukan untuk mencegah korban sipil bertambah dan stabilitas regional terganggu.