JAVASCORNER.CO.ID, TEHERAN - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggegerkan dunia dengan meluncurkan rudal balistik strategis Sejjil secara masif dalam serangan gelombang ke-54 Operation True Promise 4, Minggu (15/3/2026). Rudal berbahan bakar padat ini dirancang untuk membingungkan sistem pertahanan musuh dan mampu mencapai Tel Aviv hanya dalam tujuh menit.
Teknologi Bahan Bakar Padat
Sejjil berbeda dari rudal Shahab atau Qadr yang selama ini dikenal. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat yang memungkinkan penyimpanan dalam kondisi siap tembak dalam waktu lama.
Peluncuran dapat dilakukan dalam hitungan menit tanpa proses pengisian bahan bakar yang rumit. Keunggulan ini membuat satelit mata-mata dan radar musuh kesulitan mendeteksi persiapan serangan.
"Desain propelan padatnya memberikan keunggulan strategis," tulis laporan Hindustan Times yang dikutip Kompas.com. Sistem ini memungkinkan waktu persiapan dan peluncuran lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Kemampuan Tempur Mengerikan
Dengan jangkauan maksimum 2.000 kilometer, Sejjil mampu menjangkau seluruh wilayah Israel hingga Eropa Tenggara. Perhitungan Euronews menunjukkan rudal ini hanya butuh tujuh menit dari Iran tengah ke Tel Aviv.
Waktu respons singkat ini memberi tekanan luar biasa pada sistem pertahanan Israel seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow systems. Rudal ini dapat dikendalikan di semua fase penerbangan dan melakukan manuver, membuatnya sulit dicegat.
Spesifikasi dan Target Serangan
Dalam operasi terbaru, IRGC mengerahkan Sejjil bersama rudal berat Khorramshahr, Kheibar Shekan, dan Emad. Serangan difokuskan pada pusat administrasi militer Israel, infrastruktur pertahanan udara, dan konsentrasi pasukan darat.
Rudal dua tahap ini memiliki panjang 25 meter, diameter 1,25 meter, dan bobot 2,3 ton metrik. Ia mampu membawa hulu ledak 700 kilogram yang dirancang menghancurkan bunker bawah tanah dan beton bertulang.
Pengerahan Sejjil mengirim pesan jelas bahwa Iran masih menyimpan aset strategis. Mereka mampu meluncurkan serangan balasan dalam hitungan menit meski di bawah tekanan bombardir musuh. Perang ini telah berevolusi menjadi adu kecepatan dan kecanggihan rudal balistik.