Ekonomi

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.050, Tensi Timur Tengah Picu Gejolak

Raka Pratama Raka Pratama 17 Mar 2026 08:12 71 Views
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.050, Tensi Timur Tengah Picu Gejolak

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.050, Tensi Timur Tengah Picu Gejolak

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko pelemahan hingga Rp17.050 pada Selasa, 17 Maret 2026. Gejolak ini dipicu tensi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah yang mempengaruhi sentimen pasar.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Rupiah ditutup melemah 0,23% ke level Rp16.997 per dolar AS pada Senin, 16 Maret 2026. Data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS terkoreksi 0,11% ke posisi 100,25.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif hari ini. Potensi pelemahan diperkirakan mencapai kisaran Rp16.990 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Perdagangan hari ini menjadi sesi terakhir sebelum libur panjang. Pasar memperhatikan perkembangan terkini dari berbagai faktor eksternal.

Faktor Geopolitik Pengaruhi Kurs

Tensi di Selat Hormuz menjadi penyebab utama pelemahan rupiah. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas dalam beberapa hari terakhir.

Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pasukan marinir AS sudah mendekati Selat Hormuz. Iran diketahui melakukan serangan balasan sebagai bentuk perlawanan.

"Ini mengindikasikan bahwa Iran masih sanggup untuk melakukan perlawanan," jelas Ibrahim pada Senin kemarin. Situasi ini menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Dampak Inflasi dan Kebijakan The Fed

Harga minyak mentah yang melampaui US$100 per barel berpotensi memicu inflasi. The Fed akan mengadakan pertemuan minggu depan untuk membahas respons kebijakan.

Assuaibi memperkirakan The Fed akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Keputusan ini didasarkan pada tekanan inflasi yang muncul dari kenaikan harga komoditas energi.

Kebijakan moneter AS selalu berdampak signifikan terhadap mata uang negara berkembang. Investor biasanya berpindah ke aset safe haven saat ketidakpastian meningkat.

Risiko Defisit Anggaran Indonesia

Kenaikan harga minyak berdampak langsung pada defisit anggaran Indonesia. Harga minyak di atas US$92 per barel membuat tekanan fiskal semakin berat.

Beberapa pengamat menyarankan defisit anggaran tetap dijaga di angka 3%. Salah satu cara yang diusulkan adalah mengurangi anggaran untuk program tertentu.

Assuaibi menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dikaji ulang. Defisit yang tidak terkontrol berisiko menurunkan peringkat utang Indonesia di mata lembaga pemeringkat internasional.

Pergerakan rupiah hari ini menjadi indikator penting ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah dan otoritas moneter diharapkan dapat mengambil langkah tepat menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#rupiah #dolar AS #nilai tukar #ekonomi Indonesia #geopolitik

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner