JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, 22 Mei 2026, diperdagangkan di kisaran Rp17.620 hingga Rp17.710. Posisi ini masih mendekati level terendah sepanjang sejarah akibat tekanan global dan domestik. Bank Indonesia dan pemerintah terus berupaya menstabilkan nilai tukar melalui kebijakan moneter dan intervensi pasar.
Kurs Valas Hari Ini (22 Mei 2026)
Sebagai acuan transaksi perbankan, berikut nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama berdasarkan kurs e-Rate Bank BCA pagi ini:
| Mata Uang | Harga Beli | Harga Jual |
|---|---|---|
| Dolar AS (USD) | Rp17.620,00 | Rp17.710,00 |
| Dolar Singapura (SGD) | Rp13.680,22 | Rp13.968,27 |
| Euro (EUR) | Rp20.308,27 | Rp20.749,38 |
| Dolar Australia (AUD) | Rp12.457,14 | Rp12.804,97 |
| Yen Jepang (JPY per 100) | Rp109,76 | Rp112,49 |
Dari tabel di atas, selisih harga beli dan jual (spread) terbesar terjadi pada EUR (Rp441,11), sedangkan terkecil pada JPY (Rp2,73).
Faktor Pemicu Pelemahan Rupiah
Tekanan terhadap rupiah berasal dari beberapa faktor, baik eksternal maupun internal. Berikut rinciannya:
Kenaikan Suku Bunga BI
Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Langkah ini diambil untuk menahan laju pelemahan rupiah.
Sentimen Global
Ketegangan geopolitik dunia, fluktuasi harga minyak, dan arus modal keluar (outflow) investor asing ke pasar AS menjadi pemicu utama.
Intervensi Pemerintah
Kementerian Keuangan dan BI terus mengucurkan likuiditas dan masuk ke pasar obligasi demi menjaga stabilitas nilai tukar.
Bagi Anda yang hendak melakukan transaksi valas, disarankan memantau kurs secara real-time di bank masing-masing. Fluktuasi masih mungkin terjadi seiring perkembangan pasar global.