News

Rusia Bombardir Gudang Senjata Ukraina, 37 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Ujang Trisno Ujang Trisno 30 Aug 2026 11:04 81 Views
Rusia Bombardir Gudang Senjata Ukraina, 37 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Rusia Bombardir Gudang Senjata Ukraina, 37 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Javas Corner - Serangan pesawat tak berawak (drone) militer Rusia menghantam gudang penyimpanan amunisi militer Ukraina di desa Myla, pinggiran Kyiv, pada Jumat (28/8/2026) malam. Serangan tersebut memicu gelombang ledakan sekunder amunisi, ranjau, serta komponen drone yang merusak fasilitas publik di sekitarnya, termasuk panti jompo dan rumah perawatan penyandang disabilitas.

 

Pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 37 orang tewas dan hampir 400 warga harus dievakuasi akibat serangan itu. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menargetkan gudang di desa Myla yang diklaim menyimpan komponen peluncur drone jarak jauh FP-1 dan FP-2.

 

Kepala Wilayah Tymur Tkachenko menuturkan operasi penyelamatan di distrik Bucha berlangsung hingga Sabtu (29/8/2026), di mana 42 orang dilaporkan luka-luka termasuk empat anak-anak, serta sekitar 130 rumah warga mengalami kerusakan struktur yang parah.

 

"Lokasi penyimpanan tersebut seharusnya tidak ada di sana. Penyelidikan telah diluncurkan atas kelalaian yang mengerikan dari pihak yang menyimpan bahan peledak tepat di sebelah orang-orang," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. "Terlepas dari peraturan yang berlaku bahwa amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah, kesimpulan yang tepat pasti akan diambil."

 

Insiden di desa Myla menjadi peristiwa berdarah kedua yang melibatkan penyimpanan amunisi di dekat kawasan pemukiman dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli lalu, ledakan gudang amunisi di Vyshneve merenggut sembilan nyawa dan merusak 280 rumah, memicu gelombang kemarahan publik dan kecaman keras dari jajaran internal pemerintah Ukraina.

 

Perdana Menteri Ukraina Sergiy Koretsky melayangkan kritik tajam melalui saluran Telegramnya. Ia mendesak proses hukum pidana yang tegas bagi pejabat militer maupun instansi pengelola gudang yang membiarkan pelanggaran tata ruang amunisi tersebut berulang. "Pada tahun kelima invasi skala penuh, mengulangi kesalahan yang sama berulang kali adalah kelalaian kriminal. Semua pihak yang bertanggung jawab, tanpa terkecuali, harus menghadapi hukuman berat agar situasi seperti ini tidak pernah terjadi lagi," ujarnya.

 

Tags:

#Rusia #Ukraina #SeranganDrone #GudangAmunisi #Kyiv #KorbanTewas #PerangRusiaUkraina #Zelensky #Kompas #BeritaInternasional

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner