JAVASCORNER.CO.ID, KYIV - Rusia mengintensifkan serangan rudal balistik terhadap Ukraina dalam strategi baru yang bertujuan menguras persediaan sistem pertahanan udara Patriot milik Kyiv. Laporan Institut Studi Perang (ISW) mengungkap perubahan pola serangan Moskow sejak 6-7 Maret 2026.
Strategi Baru Rusia
ISW mencatat peningkatan drastis penggunaan rudal balistik dalam serangan Rusia. Biasanya, Moskow mengerahkan kurang dari sepuluh rudal jenis ini per serangan. Namun pada 6-7 Maret, sekitar separuh dari paket serangan terdiri dari rudal balistik.
"Pasukan Rusia jarang meluncurkan lebih dari sepuluh rudal balistik dalam satu paket," tulis laporan ISW. "Perubahan ini signifikan mengingat ketergantungan Ukraina pada sistem Patriot."
Analis menilai Rusia memanfaatkan dua faktor. Pertama, diskusi publik tentang kemungkinan kekurangan pencegat PAC-3 untuk Ukraina. Kedua, meningkatnya permintaan sistem Patriot di Timur Tengah akibat konflik regional.
Data Serangan Terkini
Angkatan Udara Ukraina melaporkan serangan besar pada 7 Maret. Rusia meluncurkan 480 drone dan 29 rudal berbagai jenis. Pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 453 drone dan 19 rudal.
Target utama mencakup Kyiv, Kharkiv, dan wilayah Zhytomyr. Serangan juga menyasar Khmelnytskyi dan Chernivtsi.
Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan intensifikasi serangan selama seminggu terakhir. Rusia menggunakan hampir 1.750 drone serang, 1.530 bom udara berpemandu, dan 39 rudal.
Biaya Pertahanan Melonjak
Zelensky sebelumnya menyebut biaya pertahanan yang membengkak. Menangkis satu serangan besar Rusia membutuhkan rudal senilai sekitar 80 juta euro atau Rp1,57 triliun.
"Perlindungan lebih dibutuhkan setiap hari," tulis Zelensky di Telegram. "Ini terutama rudal pertahanan udara."
Dampak bagi Ukraina
Ukraina sangat bergantung pada sistem Patriot buatan Amerika Serikat. Sistem ini khususnya efektif menghadapi rudal balistik yang sulit dicegat dengan pertahanan udara konvensional.
Rudal jelajah dan drone lebih mudah dihadapi dibanding ancaman balistik. Tanpa pencegat PAC-3 pada baterai Patriot, pertahanan Ukraina akan rentan.
ISW menyoroti bahwa Rusia mungkin mengantisipasi kendala pengiriman AS di masa depan. Dengan mengurangi stok pencegat Ukraina sekarang, Moskow memperlemah pertahanan udara Kyiv jangka panjang.
Konteks Global
Permintaan sistem Patriot meningkat di Timur Tengah. Amerika Serikat dan negara-negara Teluk menggunakan pencegat ini menghadapi serangan Iran dan kelompok proksi.
"Rusia mencoba memanfaatkan penggunaan intensif Patriot di Timur Tengah," jelas laporan ISW. Konflik paralel ini membatasi pasokan yang tersedia untuk Ukraina.
Rusia memiliki berbagai rudal balistik seperti Iskander-M. Rudal balistik jarak pendek ini menjadi andalan dalam serangan terbaru.
Perubahan strategi Rusia menunjukkan adaptasi cepat terhadap dinamika pertempuran. Ukraina kini menghadapi tantangan ganda: mempertahankan wilayah sekaligus mengelola persediaan pertahanan yang terbatas. Efektivitas respons Kyiv akan menentukan perkembangan konflik di minggu-minggu mendatang.