JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,76% pada sesi pertama perdagangan Kamis (21/5/2026), menjadikannya indeks terburuk di kawasan emerging market Asia Pasifik. Di tengah tekanan jual investor asing yang mencatat net sell Rp515,34 miliar, sejumlah saham justru diborong, terutama yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim.
Data Net Buy dan Net Sell Investor Asing
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatat net sell sebesar 20,71 juta lembar saham atau setara Rp515,34 miliar pada sesi pertama. Namun, aksi beli bersih (net buy) terfokus pada saham-saham berbasis sumber daya alam (SDA) dan teknologi.
Saham-saham Grup Bakrie seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi incaran utama. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Sentul City Tbk (BKSL) juga masuk daftar.
Top 5 Net Foreign Buy
| No | Kode Saham | Volume (lembar) |
|---|---|---|
| 1 | BUMI | 310.952.000 |
| 2 | BNBR | 115.904.700 |
| 3 | BRMS | 104.126.800 |
| 4 | GOTO | 62.846.150 |
| 5 | BKSL | 38.693.900 |
Total volume net buy kelima saham mencapai 632,5 juta lembar. BUMI mencatat volume tertinggi, sementara BKSL yang terendah.
Top 5 Net Foreign Sell
Di sisi lain, investor asing paling banyak melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan volume 151,7 juta lembar. Disusul PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).
| No | Kode Saham | Volume (lembar) |
|---|---|---|
| 1 | DSSA | 151.711.200 |
| 2 | KOTA | 110.041.000 |
| 3 | BIPI | 95.173.600 |
| 4 | BULL | 38.990.600 |
| 5 | MDIA | 38.186.000 |
Total volume net sell mencapai 434,1 juta lembar, dengan DSSA sebagai yang tertinggi dan MDIA terendah.
Penurunan IHSG sebesar 2,76% pada sesi pertama menjadi catatan kelam di pasar modal Indonesia. Namun, aksi borong asing di saham-saham tertentu menunjukkan masih ada kepercayaan pada sektor tertentu. Investor perlu mencermati pergerakan selanjutnya.