Pertahanan

SBY Ingatkan Pentingnya Kekuatan Udara Indonesia di Era Perang Modern

Ujang Trisno Ujang Trisno 25 Feb 2026 10:44 70 Views
kekuatan udara Indonesia

Peran Kekuatan Udara di Era Perang Modern

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan pentingnya memperkuat kekuatan udara Indonesia dalam menghadapi perubahan lanskap peperangan global. Hal ini disampaikan SBY dalam kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta, pada Senin 23 Februari 2026. Menurutnya, dunia telah memasuki era perang modern yang tidak lagi bertumpu pada kekuatan darat.

Perang siber, kecerdasan buatan (AI), dan robotik kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika pertahanan. SBY mengingatkan bahwa Indonesia harus siap menghadapi semua ancaman ini tanpa rasa takut.

Ancaman Serangan Udara ke Jakarta

SBY memberikan contoh konkret tentang bagaimana kesiapan Indonesia, khususnya Jakarta, jika menghadapi serangan udara. Ia bertanya retoris, "Sekarang begitu ada air strike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain apa yang kita lakukan?"

Pertanyaan ini menyoroti kerentanan Indonesia terhadap serangan udara yang bisa menyasar pusat pemerintahan dan objek vital strategis. Perkembangan teknologi militer memungkinkan pola serangan berlangsung cepat dan langsung.

Perubahan Doktrin Pertahanan

SBY mengkritik doktrin lama yang menempatkan angkatan darat sebagai kekuatan utama. Menurutnya, dalam konteks ancaman modern, kekuatan udara menjadi sangat menentukan. "Dulu kan seolah-olah untuk Indonesia diutamakan angkatan darat atau army. Sekarang, air power ini sangat penting," tegasnya.

Doktrin Hankamrata yang menitikberatkan strategi menghadang musuh di perbatasan perlu dievaluasi. Pola pikir konvensional harus beradaptasi dengan realitas perang modern.

Kebutuhan Pembangunan Sumber Daya

Indonesia harus membangun sumber daya, meningkatkan keterampilan, dan menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman. SBY menegaskan, "Kita masih perlu, resource kita, kita bangun, skill kita harus dibangun, policy-nya harus dibikin."

Pembangunan ini mencakup semua aspek, mulai dari militer konvensional hingga kemampuan siber dan teknologi. Tidak ada pilihan lain selain menyiapkan semua elemen pertahanan secara menyeluruh.

Kesiapan Menghadapi Hybrid Warfare

Konsep perang modern dan peperangan hibrid menuntut kesiapan komprehensif. SBY menjelaskan, "Jadi ini modern warfare, modern teknologi, modern doctrine, semuanya harus siap. Dan kalau hybrid intinya, tidak memilih."

Pertahanan Indonesia harus mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik konvensional maupun non-konvensional. Kesiapan ini menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#SBY #kekuatan udara #pertahanan Indonesia #perang modern #Hankamrata

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner