JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Empat warga Israel terluka akibat serangan roket Hizbullah dari Lebanon yang menghantam rumah di Kiryat Shmona, Kamis malam (19/3/2026). Sementara itu, pecahan rudal balistik Iran jatuh di kilang minyak Haifa, menambah ketegangan dalam konflik regional yang memasuki hari ke-20.
Serangan di Kiryat Shmona
Roket Hizbullah menghantam sebuah rumah di kota perbatasan Kiryat Shmona sekitar pukul 00.54 waktu setempat. Layanan ambulans Magen David Adom (MDA) merespons dengan cepat dan menemukan empat korban luka.
Kondisi Korban
Para korban mengalami cedera dengan tingkat keparahan berbeda:
- Pria berusia 60-an: kondisi serius akibat pecahan peluru di perut
- Wanita berusia 68 tahun: cedera kepala dengan kondisi sedang
- Dua pria berusia 20-an: luka ringan akibat ledakan
Keempatnya telah dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Kesaksian Warga
Miriam Ben Shaia, penghuni gedung yang terkena serangan, menggambarkan momen menegangkan tersebut. "Kami mendengar sirene dan langsung masuk ke ruang aman," katanya kepada Ynet. "Lalu terdengar ledakan keras. Saya tahu pasti gedung kami kena."
Balkon rumahnya runtuh dan terjadi kerusakan properti, namun ia dan suaminya selamat. Ben Shaia baru kembali ke Kiryat Shmona beberapa bulan lalu setelah mengungsi ke Tiberias selama dua tahun.
Dampak di Kilang Haifa
Serangan terpisah terjadi di Haifa ketika pecahan rudal balistik Iran yang berhasil dicegat jatuh di kompleks kilang minyak Bazan. Insiden ini terjadi Kamis malam sebagai bagian dari gelombang serangan rudal Iran ke wilayah utara Israel.
Respons Darurat
Dua belas tim pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Mereka berhasil memadamkan api yang muncul dan memastikan tidak ada kebocoran bahan berbahaya. Kementerian Perlindungan Lingkungan menyatakan insiden bahan berbahaya dapat dihindari.
Pernyataan Resmi
Menteri Energi Eli Cohen menegaskan tidak terjadi kerusakan signifikan pada infrastruktur energi. Angkatan Pertahanan Israel (IDF) juga menyatakan tidak ada dampak langsung rudal di fasilitas tersebut.
"Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan," kata juru bicara layanan penyelamat. "Situasi sudah terkendali penuh."
Respons Pemerintah Israel
Wali Kota Kiryat Shmona Avichai Stern menyuarakan kekhawatiran tentang keamanan warga. Ia mengatakan waktu reaksi terhadap serangan roket terlalu singkat bagi kelompok rentan.
Kritik terhadap Sistem Perlindungan
"Ini hanya masalah waktu sebelum terjadi lagi," ujar Stern. "Orang tua dan penyandang disabilitas kesulitan mencapai ruang aman dalam waktu yang tersedia."
Ia menuntut pihak berwenang menyediakan ruang perlindungan yang lebih aman dan mudah diakses. Stern menekankan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi keselamatan warga.
Operasi Militer Terus Berlanjut
IDF melaporkan Angkatan Udara Israel menyerang lebih dari 130 target di Iran barat dan tengah dalam 24 jam terakhir. Sasaran termasuk peluncur rudal balistik, drone, dan sistem pertahanan udara.
Serangan balasan ini merupakan respons atas serangan rudal Iran yang menewaskan pekerja asal Thailand di Israel tengah dan empat perempuan Palestina di Tepi Barat selatan pada Rabu malam.
Pelonggaran Pembatasan
Komando Front Dalam IDF mengumumkan pelonggaran pembatasan di beberapa wilayah yang dianggap lebih aman. Kebijakan baru berlaku mulai Minggu (22/3) pukul 06.00 waktu setempat.
Wilayah yang Terdampak
Beberapa area di utara dan selatan akan beralih dari skala "aktivitas terbatas" menjadi "aktivitas parsial". Daftar lengkap lokasi tersedia di situs web Komando Front Dalam.
Perubahan Aturan
Di wilayah dengan status baru, institusi pendidikan dapat beroperasi dengan syarat memiliki ruang aman yang memadai. Pertemuan hingga 100 orang dalam ruangan dan 50 orang di luar ruangan diperbolehkan dengan kondisi yang sama.
Untuk wilayah lain, aktivitas pendidikan masih dilarang. Pertemuan dibatasi maksimal 50 orang dengan akses ke ruang aman yang memadai.
Konflik Israel dengan Iran dan Hizbullah terus menunjukkan dinamika kompleks dengan dampak langsung pada warga sipil. Sementara pemerintah Israel berupaya menyeimbangkan keamanan dengan normalitas kehidupan, warga di wilayah perbatasan tetap menghadapi ketidakpastian setiap hari. Pengembangan sistem pertahanan dan perlindungan warga menjadi fokus utama dalam menghadapi ancaman multidimensi ini.