JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) secara resmi membuka simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Program ini ditujukan bagi siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK untuk berlatih mengerjakan soal dengan format ujian berbasis komputer (CBT) secara gratis.
Cara Akses Simulasi TKA 2026
Siswa dapat mengikuti simulasi ini tanpa biaya melalui laman resmi Ayo Coba TKA. Prosesnya dirancang sederhana agar mudah diikuti.
Pertama, kunjungi situs Ayo Coba TKA. Pilih jenjang pendidikan sesuai tingkat sekolah, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.
Setelah itu, pilih mata pelajaran yang ingin diujikan. Untuk login, gunakan username dan password otomatis yang tersedia di halaman tersebut.
Lengkapi data diri seperti nama dan tanggal lahir. Masukkan token yang muncul di sudut kiri atas halaman. Klik tombol "Submit" untuk memulai pengerjaan soal dalam waktu yang telah ditetapkan.
Jadwal dan Materi Ujian
Simulasi TKA 2026 berlangsung secara bertahap. Untuk jenjang SD, salah satu periode pelaksanaan jatuh pada 2 hingga 8 Maret 2026.
Materi yang diujikan berbeda sesuai jenjang pendidikan. Siswa SD dan SMP akan mengerjakan soal Bahasa Indonesia dan Matematika.
Sementara itu, peserta SMA/SMK menghadapi ujian Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai jurusan mereka.
Fitur Utama Platform
Platform simulasi ini menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) yang mirip dengan aplikasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Tampilannya dibuat familiar agar siswa tidak canggung saat ujian sesungguhnya.
Setelah menyelesaikan simulasi, peserta dapat langsung melihat hasil jawaban mereka. Sistem juga menyediakan kunci jawaban untuk membantu evaluasi mandiri.
Aksesnya fleksibel, bisa dilakukan kapan saja selama periode simulasi berlangsung. Hal ini memungkinkan siswa berlatih sesuai jadwal mereka sendiri.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan siswa menghadapi ujian sekolah. Dengan berlatih melalui simulasi, peserta diharapkan lebih percaya diri dan terbiasa dengan sistem ujian berbasis teknologi.