Internasional

Singapura Darurat Kabut Asap, Kualitas Udara Capai Level Tidak Sehat Akibat Karhutla Indonesia

Ujang Trisno Ujang Trisno 06 Sep 2026 21:19 37 Views
Singapura Darurat Kabut Asap, Kualitas Udara Capai Level Tidak Sehat Akibat Karhutla Indonesia

Singapura Darurat Kabut Asap, Kualitas Udara Capai Level Tidak Sehat Akibat Karhutla Indonesia

Javas Corner - Singapura tengah menghadapi kondisi darurat kualitas udara setelah kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia semakin pekat menyelimuti negara tersebut. Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) menerbitkan peringatan resmi pada Sabtu (5/9/2026) pagi terkait kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat di wilayah barat, tengah, dan timur.

 

Berdasarkan data yang dirilis NEA, Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam pada pukul 19.00 waktu setempat tercatat mencapai angka 103 di wilayah tengah. Sebelumnya pada pukul 06.00, wilayah barat dan timur juga berada dalam kategori tidak sehat dengan PSI masing-masing 103 dan 102. Wilayah barat kemudian turun menjadi 91 pada pukul 19.00, begitu pula wilayah timur yang turun menjadi 83. Sementara wilayah utara dan selatan masih berada dalam kategori sedang dengan PSI 78 dan 79.

 

Ini merupakan pertama kalinya PSI 24 jam Singapura melampaui level 100 sejak 8 Oktober 2023. Kondisi tersebut mendorong NEA untuk mulai menerbitkan peringatan kabut asap harian yang mencakup prakiraan PSI 24 jam, membantu masyarakat merencanakan aktivitas mereka untuk hari berikutnya.

 

NEA memperkirakan Singapura akan terus terdampak kabut asap lintas batas selama kebakaran di Indonesia masih berlangsung. Prakiraan PSI 24 jam berada di ujung atas kisaran sedang hingga ujung bawah kisaran tidak sehat. Sebagian besar wilayah sekitar tetap kering pada hari Sabtu, sementara gumpalan asap sedang hingga pekat di bagian selatan dan tengah Sumatra serta berbagai wilayah di Kalimantan terus terbawa angin menuju Singapura.

 

Kondisi kering diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan angin dominan bertiup dari arah tenggara atau selatan. Hal ini membuat potensi kabut asap tetap tinggi selama sumber api di Indonesia belum berhasil dipadamkan.

 

PSI 24 jam merupakan indikator kualitas udara harian yang dihitung berdasarkan enam polutan udara, yaitu PM2.5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida. Pembacaan PSI 24 jam dianggap sangat tidak sehat jika berada dalam kisaran 201-300, dan berbahaya jika melebihi 300. Sementara itu, PM2.5 adalah partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang menjadi polutan utama selama kabut asap dan sangat membahayakan kesehatan.

 

Satuan Tugas Kabut Asap atau Haze Task Force (HTF) Singapura telah mengaktifkan rencana aksi masing-masing lembaga untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Imbauan harian NEA akan terus diperbarui agar warga dapat menyesuaikan kegiatan mereka dengan kondisi kualitas udara terkini.

 

Situasi ini kembali menegaskan bahwa karhutla di Indonesia bukan hanya masalah domestik, melainkan persoalan regional yang dampaknya dirasakan langsung oleh negara tetangga. Kerja sama lintas negara dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi semakin mendesak untuk mencegah terulangnya krisis kabut asap di masa depan.

 

#SingapuraDarurat #KabutAsap #Karhutla #KualitasUdara #PSI24Jam #NEA #PolusiUdara #PM2.5 #KrisisAsap #ASEAN

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner