JAVASCORNER.CO.ID, MADRID - Pemerintah Spanyol secara resmi menolak keterlibatan dalam konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan sikap tegas "No to the war" dalam pidato publik, mengutip pelajaran pahit dari invasi Irak 2003 sebagai alasan utama.
- Latar Sejarah Penolakan
- Langkah Konkret Pemerintah
- Dampak Politik Domestik
- Pengaruh Ekonomi dan Elektoral
Latar Sejarah Penolakan
Sanchez mengingatkan publik tentang keterlibatan Spanyol dalam invasi Irak 2003. Saat itu, pemerintahan konservatif Jose Maria Aznar mendukung koalisi pimpinan AS meski 90% warga menentang.
"Dua puluh tiga tahun lalu, pemerintahan AS menyeret kita ke dalam perang di Timur Tengah," ujar Sanchez. "Kekacauan di Iran ini mungkin akan segera berakhir, atau mungkin mimpi buruk Irak akan terulang."
Trauma Nasional yang Mendalam
Dukungan Spanyol terhadap invasi Irak 2003 memicu demonstrasi besar-besaran. Aksi di Madrid diikuti 660.000 orang, menjadi salah satu yang terbesar sejak era Franco.
Tragedi semakin dalam ketika serangan bom kereta Madrid terjadi pada 2004. Kelompok ekstremis menargetkan Spanyol sebagai balasan atas keterlibatannya di Afghanistan dan Irak.
- 191 orang tewas dalam serangan tersebut
- Sekitar 1.800 orang mengalami luka-luka
- Peristiwa terjadi tiga hari sebelum pemilu umum
Pemerintah saat itu awalnya menyalahkan kelompok separatis Basque ETA. Ketika kebenaran terungkap, kemarahan publik memicu kekalahan Partai Rakyat (PP) dalam pemilu.
Langkah Konkret Pemerintah
Spanyol tidak hanya menyatakan penolakan secara verbal. Pemerintah mengambil tindakan nyata yang langsung mempengaruhi operasi militer AS.
- Menutup wilayah udara Spanyol bagi pesawat AS yang terlibat serangan ke Iran
- Melarang penggunaan pangkalan militer Spanyol untuk operasi terkait konflik
- Mempertahankan posisi diplomatik yang konsisten di forum internasional
Reaksi Internasional
Kebijakan Spanyol memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump. Ia mengancam menghentikan seluruh perdagangan dengan Spanyol dan mengkritik kepemimpinan negara tersebut.
Namun sikap Madrid mulai mendapat dukungan negara Eropa lain. Italia menyatakan tidak mendukung perang melalui Menteri Pertahanan Guido Crosetto. Inggris juga menegaskan tidak ingin "terseret" ke konflik Timur Tengah.
Dampak Politik Domestik
Slogan "No a la guerra" memiliki makna politik dalam di Spanyol. Menurut Pablo Simon, ilmuwan politik Universitas Carlos III Madrid, slogan ini mewakili penolakan terhadap keputusan pemerintah yang bertentangan dengan kehendak rakyat.
Polarisasi Opini Publik
Survei terbaru menunjukkan lebih dari dua pertiga warga Spanyol menolak intervensi militer AS-Israel di Iran. Penolakan paling kuat muncul dari pemilih kiri, sementara kubu kanan terpecah.
Pemimpin oposisi Alberto Nunez Feijoo awalnya mendukung serangan. Namun kemudian ia melunak dan menyerukan kembali ke jalur diplomasi.
Pertarungan Retorika
Sanchez menggunakan isu perang untuk menyerang oposisi di parlemen. "PP dan Vox telah berkontribusi melalui dukungan dan diamnya mereka terhadap bencana perang Iran ini," tegasnya.
Feijoo membalas dengan menuduh Sanchez memanfaatkan konflik untuk menutupi kegagalan pemerintahan. Pertukaran tuduhan ini mencerminkan ketegangan politik menjelang pemilu tahun depan.
Pengaruh Ekonomi dan Elektoral
Pemerintahan Sanchez menghadapi tekanan domestik yang signifikan. Koalisi minoritasnya mengalami kebuntuan parlemen dan investigasi korupsi. Namun sikap terhadap Iran memberikan ruang bernapas politik.
Kerentanan Ekonomi
Spanyol bergantung pada impor energi sekitar 70%. Sektor pariwisata menyumbang 13% dari PDB negara. Kedua sektor ini rentan terhadap dampak konflik Timur Tengah.
- Harga bahan bakar naik 10% sejak konflik dimulai
- Agen perjalanan di Almeria melaporkan pembatalan wisatawan
- Industri pariwisata mulai merasakan dampak negatif
Beberapa analis justru melihat peluang. Spanyol bisa dianggap lebih aman dibanding destinasi seperti Dubai atau Turki yang lebih dekat dengan zona konflik.
Prospek Elektoral
Pemilu Spanyol dijadwalkan tahun depan. Sikap Sanchez terhadap Iran mendapat dukungan sebagian pemilih, terutama dari kalangan kiri. Namun belum jelas apakah ini cukup mengubah peta politik.
Pengakuan Spanyol terhadap Negara Palestina pada 2024 hanya meningkatkan dukungan terbatas. Jika ekonomi memburuk akibat perang, pemerintah bisa menghadapi konsekuensi elektoral.
Terlepas dari hasil pemilu mendatang, sikap Spanyol terhadap konflik Iran akan dikenang sebagai keputusan yang mengikuti opini publik dan prinsip hukum internasional. Pemerintah memilih berdiri di sisi rakyatnya daripada tunduk pada tekanan sekutu global, membuktikan pembelajaran dari sejarah kelam dua dekade lalu.