Javas Corner - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Bahlil Lahadalia, menyoroti persediaan bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertalite yang dilaporkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 6 sampai 18 hari. Meski demikian, pemerintah menyatakan kondisi stok masih terkendali dan menargetkan pemulihan persediaan ke level normal dalam waktu sekitar satu pekan.
Bahlil menyampaikan keterangan tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Penurunan stok Pertalite menjadi perhatian karena BBM bersubsidi tersebut banyak digunakan masyarakat. Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satu faktor yang disoroti pemerintah adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Pengguna BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green disebut beralih menggunakan Pertalite karena perbedaan harga. Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap BBM bersubsidi dan mempercepat penyerapan persediaan yang tersedia. Karena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi, produksi, dan distribusi BBM.
Bahlil menyampaikan bahwa persediaan Pertalite ditargetkan kembali ke kisaran 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan. Upaya pemulihan dilakukan melalui proses produksi dan pencampuran BBM atau blending di kilang. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat cadangan sekaligus menjaga kesinambungan pasokan Pertalite di berbagai wilayah.
Selain ketersediaan stok, distribusi BBM juga menjadi perhatian, terutama di daerah yang bergantung pada transportasi laut. Laporan antrean BBM di sejumlah wilayah mendorong perlunya percepatan penyaluran agar pasokan tiba tepat waktu.
Bahlil meminta Pertamina memperkuat distribusi, termasuk mempertimbangkan penambahan kapal pengangkut BBM untuk mengantisipasi kendala pengiriman. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi hambatan pasokan di daerah dan memastikan BBM tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga stok Pertalite di tengah perubahan pola konsumsi dan kebutuhan distribusi antardaerah. Pemulihan persediaan ke kisaran 20 hari menjadi salah satu target yang perlu dipantau dalam beberapa waktu ke depan. Dengan memperkuat produksi dan memperlancar distribusi, pemerintah diharapkan dapat menjaga ketersediaan Pertalite serta meminimalkan risiko gangguan pasokan bagi masyarakat.
#Pertalite #BBM #BahlilLahadalia #ESDM #Pertamina #StokBBM #Energi #BeritaNasional #Ekonomi #JavasCorner