Regional

Tangis Ibu dr. Icha: Putri Saya Diintimidasi Anggota DPRD hingga Depresi

Ujang Trisno Ujang Trisno 29 Jun 2026 18:17 64 Views
Tangis Ibu dr. Icha: Putri Saya Diintimidasi Anggota DPRD hingga Depresi

Tangis Ibu dr. Icha: Putri Saya Diintimidasi Anggota DPRD hingga Depresi

JAVASCORNER.CO.ID, KUPANG - Keheningan menyelimuti rumah duka di Perumahan RSS Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/6/2026) siang. Ribuan pelayat yang memadati lokasi mendadak terdiam ketika Nur Azizah melangkah ke depan dan menggenggam mikrofon. Perempuan yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT itu berusaha tegar. Namun, suaranya berkali-kali patah saat mengenang putrinya, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, yang kini telah tiada. Di hadapan keluarga, sahabat, sejawat dokter, hingga masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir, Nur mengungkap kisah yang selama ini menjadi beban dalam hidup putrinya.

Intimidasi Anggota DPRD

Air mata tak mampu lagi dibendung oleh Nur ketika menceritakan percakapan terakhir dengan putrinya yang begitu membekas di ingatannya. "Saya ingat anak saya menelepon sambil menangis dan menjerit. Dia berkata, 'Mama, saya sedang diintimidasi anggota dewan. Saya sudah bekerja sesuai SOP. Saya sudah berkonsultasi dengan dokter ahli bisa ular satu-satunya di Indonesia, dr. Tri Maharani'," kenang Nur dengan suara bergetar. Suasana rumah duka berubah haru. Sejumlah pelayat terlihat mengusap air mata, sementara yang lain menundukkan kepala.

Prosedur Medis Sesuai SOP

Menurut Nur, putrinya telah menjalankan seluruh prosedur medis sesuai standar profesi. Sebagai tenaga kesehatan, dr. Icha bahkan telah berkonsultasi dengan dokter konsultan yang memiliki kompetensi dalam penanganan gigitan ular berbisa. Namun, menurut Nur, penjelasan tersebut tidak mampu meredakan tekanan yang diterima putrinya.

Tekanan Psikologis

Nur mengaku, masih mengingat bagaimana dr. Icha merasa ketakutan setelah disebut-sebut oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). "Dia bilang kepada saya, 'Mama, saya sudah tidak kuat'. Dia ketakutan karena di depan banyak orang ada yang mengatakan praktiknya bisa dihentikan saat itu juga," ujar Nur. Sebagai seorang birokrat yang memahami mekanisme administrasi pemerintahan, Nur sudah berusaha menenangkan putrinya. Dia meyakinkan sang anak bahwa izin praktik tenaga kesehatan maupun operasional rumah sakit tidak mungkin dicabut secara sepihak karena memiliki prosedur hukum dan administrasi yang ketat. "Saya bilang jangan takut. Tidak semudah itu membekukan izin praktik ataupun operasional rumah sakit. Semua ada mekanismenya," katanya.

Dukungan dan Harapan

Kisah dr. Icha menjadi sorotan publik. Berbagai pihak, termasuk partai politik, mengecam tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD TTU. Golkar dan PDI-P telah memberikan pernyataan tegas, mengancam akan memecat anggotanya jika terbukti bersalah. Bupati TTU juga buka suara, mengatakan kasus ini membuka tabir persoalan yang selama ini tertutup. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk menghormati profesi tenaga kesehatan dan tidak menyalahgunakan wewenang. Keluarga berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil, serta tidak ada lagi intimidasi serupa di masa depan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#dr. Icha #intimidasi DPRD #dokter bunuh diri #TTU #NTT

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner