Javas Corner - Sebuah tank bercat hijau, hitam, dan abu-abu tampak mengapung di Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Badannya menyerupai kendaraan lapis baja, lengkap dengan roda rantai di bagian bawah. Sementara itu, bagian atasnya dihiasi benda menyerupai laras dan peluncur roket berwarna merah.
Namun, tank ini bukan kendaraan tempur sungguhan. Benda tersebut merupakan perahu buatan petugas Unit Penanganan Sampah atau UPS Badan Air Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang memanfaatkan botol plastik dan sejumlah bahan bekas.
Koordinator UPS Badan Air Kecamatan Cilincing, Syarif Hidayatullah, mengatakan bahwa ide membuat perahu berbentuk tank muncul setelah ia dan rekan-rekannya berdiskusi mengenai konsep yang akan diusung. Mereka kemudian memilih tank karena wilayah Cilincing berdekatan dengan pangkalan Marinir di Marunda.
"Kenapa kita memilih tank ini, itu karena kita satu, kita berembuk dengan teman-teman. Yang kedua, Cilincing ini dekat banget dengan marinir. Kalau mau dibilang pangkalannya marinir, di Jalan Gudang Peluru, Marunda," ujar dia kepada Kompas.com di lokasi, Senin (12/10/2026).
Di balik bentuknya yang menyerupai kendaraan tempur, perahu tersebut dibuat dari berbagai bahan bekas. Salah satu bahan utamanya adalah sekitar 1.800 botol plastik. Para petugas UPS Badan Air juga menggunakan 24 jerigen, 16 lembar styrofoam, enam lembar triplek, 97 batang kayu kaso, 12 ban motor bekas, serta lima lembar fiber bekas.
Menurut Syarif, proses pembuatan perahu berlangsung sekitar tiga bulan, mulai dari tahap awal hingga penyelesaian bentuk dan pengecatan. Ada sekitar 10 sampai 15 orang yang membantu pembuatan perahu tersebut.
Salah satu kendala yang dihadapi tim adalah mengumpulkan botol plastik yang sesuai untuk digunakan. Mereka membutuhkan botol yang masih utuh dan tidak kotor agar bisa diolah menjadi bagian dari perahu.
"Karena kan yang kita butuhkan itu seperti botol-botol galon itu yang masih utuh, yang tidak kotor, karena kan di situ kita mau belah, kita bikin prakarya," ujar Syarif.
Bagi Syarif dan timnya, pembuatan perahu ini bukan semata-mata untuk menghasilkan karya yang menarik. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa barang yang sudah digunakan tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Melalui festival tersebut, Syarif berharap masyarakat semakin terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Harapannya itu ya namanya kan cinta lingkungan, semoga dengan adanya kegiatan seperti ini akan sadarnya masyarakat buang sampah pada tempatnya dan bisa memilah sampah semaksimal mungkin dari tempat langsung," tambah dia.
Kreativitas petugas UPS Badan Air Cilincing ini patut diapresiasi. Selain mengurangi timbunan sampah plastik, karya mereka juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Semoga semakin banyak inisiatif serupa yang lahir dari kesadaran untuk menjaga bumi dari limbah plastik.
#TankMengapung #DanauSunter #BotolPlastik #DaurUlang #Lingkungan #UPSBadanAir #Cilincing #JakartaUtara #BeritaNasional #JavasCorner