News

Tarif Vlog Rp600 Ribu di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Bebas Tentukan Harga

Berita Terkini Berita Terkini 03 Sep 2026 03:34 65 Views
Tarif Vlog Rp600 Ribu di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Bebas Tentukan Harga

Tarif Vlog Rp600 Ribu di Rumah Pengabdi Setan Viral, Disparbud: Wisata Swasta Bebas Tentukan Harga

Javas Corner - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, buka suara terkait polemik tarif Rp600.000 untuk aktivitas pembuatan konten komersial di objek wisata Rumah Pengabdi Setan, Pangalengan. Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Kabupaten Bandung, M. Sofiyurahman, mengatakan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan menentukan besaran tarif di destinasi wisata yang dikelola pihak swasta. Pemkab Bandung hanya dapat menetapkan harga tiket untuk tempat wisata yang dimiliki dan dikelola langsung oleh pemerintah daerah.

 

"Tidak ada dan tidak boleh. Kami hanya boleh membuat aturan mengenai harga tiket untuk daya tarik wisata yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah. Untuk yang dimiliki swasta, kami tidak bisa," ujar Sofiyurahman. Ia menyebut tidak ada ketentuan di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional yang secara khusus menetapkan batas nominal tarif objek wisata swasta. Namun, pengelola tetap harus menyampaikan informasi mengenai harga secara transparan kepada calon pengunjung.

 

Pernyataan itu disampaikan setelah tarif pembuatan konten sebesar Rp600.000 di Rumah Pengabdi Setan menjadi perbincangan di media sosial. Polemik bermula dari pengalaman seorang wisatawan asal Malaysia yang mempertanyakan biaya tambahan ketika hendak membuat vlog di lokasi tersebut. Setelah persoalan tersebut viral, Disparbud Kabupaten Bandung melakukan penelusuran terhadap kebijakan tarif yang diterapkan pengelola. Dari hasil penelusuran, tarif untuk kunjungan biasa maupun kegiatan komersial disebut telah diberlakukan sejak 2019.

 

Disparbud kemudian meminta klarifikasi langsung kepada pengelola dan mendapat respons yang baik. "Dalam situasi ini, yang kami sampaikan tentunya adalah permohonan klarifikasi kepada pengelola. Alhamdulillah respons pengelola di sana sangat baik. Pengelola sudah diskusi dan ngobrol langsung menyampaikan kronologinya," ucapnya. Sofiyurahman menegaskan Disparbud tidak berada dalam posisi membela pengelola ataupun wisatawan, namun tetap mendorong transparansi harga bagi pengunjung.

 

Tags:

#RumahPengabdiSetan #Pangalengan #TarifVlog #Disparbud #KabupatenBandung #WisataViral #TransparansiHarga #WisataSwasta #JavasCorner

Berita Terkini

// Verified Author

Berita Terkini

News

Berita terkini hari ini

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner