Tech

Terungkap: Senjata Super Canggih Amerika Serang Iran Bertubi-tubi dengan Teknologi AI

Ujang Trisno Ujang Trisno 02 Mar 2026 20:56 85 Views
senjata canggih Amerika

Kondisi di Timur Tengah semakin mencekam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi di tengah bulan suci Ramadan dan menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia.

Iran tak tinggal diam dan langsung membalas serangan tersebut ke Israel serta basis militer AS di wilayah Timur Tengah. Perang ini melibatkan senjata canggih seperti rudal balistik dan drone, dengan AS juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Anthropic.

Teknologi AI dalam Perang

Anthropic merupakan startup AI berbasis San Francisco yang sebelumnya memasok tool AI untuk Kementerian Pertahanan AS (DoD) dalam kontrak senilai US$200 juta pada 2025. Namun, perusahaan ini menegaskan penolakannya terhadap penggunaan AI untuk senjata otomatis atau pengawasan massal.

Meski demikian, Komando Pusat AS di Timur Tengah dilaporkan masih menggunakan perangkat Anthropic untuk penilaian intelijen, identifikasi target, dan simulasi skenario pertempuran. Claude AI buatan Anthropic juga digunakan dalam operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Kontroversi Penggunaan AI

CEO Anthropic, Dario Amodei, menolak tuntutan Pentagon untuk mengizinkan militer menggunakan teknologi AI tanpa batasan. Penolakan ini memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang memerintahkan lembaga federal untuk berhenti menggunakan tool AI dari Anthropic.

Trump menyebut keputusan Anthropic sebagai "kesalahan yang sangat fatal" dan menuduh perusahaan tersebut membahayakan keamanan nasional AS. Ia memberikan waktu enam bulan kepada Pentagon untuk menghapus teknologi Anthropic dari platform militer.

Reaksi dan Konflik Berlanjut

Anthropic berencana menantang keputusan pemerintahan Trump di pengadilan, menjadikannya salah satu dari sedikit perusahaan yang melawan secara langsung pada masa jabatan kedua presiden tersebut. Perusahaan ini menegaskan bahwa penetapan risiko rantai pasokan oleh DoD hanya berlaku untuk kontrak tertentu.

Konflik antara AS dan Iran terus berlanjut dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan. Negara-negara yang terlibat mengandalkan senjata perang canggih untuk melumpuhkan musuh, sementara ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat.

Penggunaan teknologi AI dalam peperangan modern menjadi sorotan utama dalam konflik ini. Diskusi etis tentang batasan penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer semakin relevan seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#senjata canggih #teknologi AI #konflik Timur Tengah #militer AS #Anthropic

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner