JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - The Federal Reserve (The Fed) melaporkan kerugian tahunan sebesar US$19,6 miliar atau setara Rp331,43 triliun pada 2025. Meski masih gagal membukukan keuntungan, angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibanding kerugian tahun-tahun sebelumnya.
- Latar Belakang Kerugian
- Faktor Perbaikan 2025
- Dampak Kebijakan Pandemi
- Prospek ke Depan
- Implikasi Politik
Latar Belakang Kerugian
Laporan keuangan audit yang dirilis Rabu (25/3/2026) mengungkap total rugi komprehensif The Fed mencapai US$19,6 miliar. Nilai ini jauh lebih rendah dibanding kerugian US$77,5 miliar pada 2024 dan US$114,6 miliar pada 2023.
Terakhir kali The Fed membukukan keuntungan terjadi pada 2022 dengan surplus US$76 miliar. Sebelumnya, bank sentral AS menyetor US$109 miliar ke pemerintah pada 2021.
Perbandingan Tren Kerugian
- 2023: Kerugian US$114,6 miliar
- 2024: Kerugian US$77,5 miliar
- 2025: Kerugian US$19,6 miliar
Faktor Perbaikan 2025
Penyusutan kerugian The Fed terjadi seiring dua perkembangan utama. Pertama, neraca bank sentral yang mengecil. Kedua, turunnya beban pembayaran bunga secara drastis.
Pada 2025, The Fed hanya mengeluarkan US$12,1 miliar untuk pembayaran bunga. Angka ini turun tajam dari US$68 miliar pada tahun sebelumnya.
Pengaruh Penurunan Suku Bunga
Kondisi ini tak lepas dari penurunan suku bunga acuan sejak 2024. The Fed memangkas suku bunga dari level puncak 5,25%-5,5% menjadi 3,5%-3,75%.
Penurunan suku bunga mengurangi biaya yang harus dibayarkan The Fed kepada institusi keuangan. Selama suku bunga tinggi, beban pembayaran bunga sempat melampaui pendapatan dari obligasi dan layanan keuangan.
Dampak Kebijakan Pandemi
Akar persoalan kerugian The Fed berasal dari kebijakan moneter agresif era pandemi Covid-19. Saat itu, bank sentral membeli obligasi pemerintah AS dan surat utang perumahan dalam skala besar.
Tujuannya menstabilkan pasar keuangan dan mendorong perekonomian. Suku bunga acuan juga ditekan mendekati nol persen.
Perubahan Paradigma
Selama bertahun-tahun, model ini menghasilkan pendapatan besar bagi The Fed. Kelebihan pendapatan setelah biaya operasional disetorkan ke Departemen Keuangan AS.
Situasi berubah ketika inflasi melonjak pada 2022. The Fed mulai menaikkan suku bunga agresif, membuat biaya pembayaran bunga meningkat drastis.
Prospek ke Depan
Meski masih mencatat kerugian tahunan, posisi keuangan The Fed menunjukkan tanda perbaikan. Bank sentral menggunakan mekanisme akuntansi deferred asset untuk mencatat kerugian.
Nilai aset tangguhan ini mencapai US$245 miliar. The Fed harus menutup seluruh kerugian tersebut sebelum bisa kembali menyetor laba ke pemerintah.
Estimasi Pemulihan
Pergerakan beberapa bulan terakhir menunjukkan The Fed mulai menghasilkan keuntungan tipis. Namun analis memperkirakan perlu waktu bertahun-tahun untuk menghabiskan seluruh aset tangguhan.
The Fed menegaskan untung atau rugi tidak memengaruhi kemampuan menjalankan kebijakan moneter. Bank sentral tetap fokus pada mandat menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja.
Implikasi Politik
Kerugian The Fed sempat terseret dalam ketegangan politik AS. Isu ini muncul bersamaan dengan sorotan terhadap pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington.
Persoalan tersebut menjadi titik panas antara bank sentral dan pemerintahan Presiden Donald Trump. Departemen Kehakiman AS bahkan meluncurkan penyelidikan pidana terkait renovasi tersebut.
Dukungan dan Kritik di Kongres
Kerugian The Fed memicu dorongan di Kongres untuk mengubah instrumen pengendalian suku bunga. Secara teori, perubahan bisa menekan pembayaran bunga kepada lembaga keuangan.
Namun pejabat The Fed dan analis memperingatkan risiko gejolak pasar keuangan. Pada akhirnya, dorongan perubahan regulasi tersebut mereda.
Masa Depan Kepemimpinan
Arah kebijakan The Fed berpotensi berubah jika Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell. Masa jabatan Powell sebagai ketua The Fed berakhir Mei mendatang.
Warsh diketahui mendukung neraca The Fed yang lebih kecil. Di internal bank sentral, muncul pembicaraan tentang perubahan regulasi likuiditas yang bisa mengurangi jejak The Fed di pasar.
Presiden Trump terus mendesak The Fed menurunkan suku bunga lebih dalam. Tekanan terhadap independensi bank sentral tetap menjadi tantangan dalam beberapa bulan ke depan.
Pemulihan The Fed dari kerugian masih membutuhkan waktu. Namun tren penurunan kerugian memberikan sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan Amerika Serikat.