Sosial Media

Threads Diingatkan Komdigi soal Akun Anak, Satu-satunya Platform yang Belum Lapor

Ujang Trisno Ujang Trisno 08 Oct 2026 07:46 32 Views
Threads Diingatkan Komdigi soal Akun Anak, Satu-satunya Platform yang Belum Lapor

Threads Diingatkan Komdigi soal Akun Anak, Satu-satunya Platform yang Belum Lapor

Javas Corner - Menteri Komunikasi dan Digital atau Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa platform digital Threads milik Meta belum memberikan laporan terkait penonaktifan akun anak di bawah usia 16 tahun sesuai aturan PP Tunas. Hal ini disampaikan Meutya dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

 

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa ada satu yang memang sampai sekarang belum melaporkan mengenai langkah-langkah terhadap penonaktifan akun, yaitu akun Threads," ungkap Meutya seperti dikutip dari Kompas.com.

 

Sampai dengan saat ini, kata Meutya, Threads belum menyampaikan angka penindakan maupun laporan terkait akun anak kepada pemerintah. "Jadi untuk penonaktifan akun anak dari Threads belum ada laporan mengenai angka penindakan terhadap akun anak ataupun laporan apa pun yang diberikan kepada Komdigi," ujarnya.

 

Meutya meminta Meta segera menunjukkan komitmen memenuhi kewajiban perlindungan anak sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak yang diberlakukan pemerintah sejak 28 Maret 2026. "Kami meminta Meta untuk segera menunjukkan komitmen pemenuhan kewajiban terkhusus mengenai platform Threads," tegas Meutya.

 

Hingga evaluasi enam bulan dilakukan, pemerintah masih menunggu laporan mengenai penonaktifan akun maupun langkah mitigasi risiko bagi pengguna anak pada platform tersebut. Jika PP Tunas membangun fondasi pelindungan anak pada platform dan layanan digital, perkembangan AI menghadirkan bentuk risiko baru yang membutuhkan kerja sama lebih luas.

 

Koalisi lintas negara untuk lindungi anak Indonesia telah bergabung dalam Global Coalition for Children's Rights and Protection in the Age of AI, sebuah koalisi yang mempertemukan negara, organisasi internasional, masyarakat sipil, perusahaan teknologi, akademisi, serta pakar pelindungan anak. Meutya mengatakan, karakter AI yang berkembang lintas platform dan lintas negara membuat pelindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu negara secara sendiri.

 

"Kenapa ada koalisi global negara-negara di dunia untuk mengatur mengenai pelindungan anak di era artificial intelligence? Karena tidak ada satu pun negara yang bisa melakukannya sendiri," kata Meutya.

 

Oleh karena itu, melalui PP Tunas, pemerintah ingin memastikan keselamatan dan hak anak menjadi bagian dari desain dan tata kelola teknologi sejak awal, bukan baru ditangani setelah risiko terjadi. Langkah ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama, termasuk platform teknologi yang beroperasi di Indonesia. Semoga komitmen dari semua pihak bisa segera diwujudkan demi masa depan anak-anak yang lebih aman.

 

#Threads #Komdigi #MeutyaHafid #PPTTunas #PerlindunganAnak #Meta #RuangDigital #BeritaNasional #Teknologi #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner