JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono mengonfirmasi keterlibatan oknum prajurit TNI AD dalam insiden pengacakan toko kelontong di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial. Peristiwa itu bermula dari kesalahpahaman saat transaksi dan berujung pada keributan.
Kronologi Kejadian
Donny menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Senin (5/4/2026) di sebuah toko kelontong di Sumur Batu, Kemayoran. Oknum prajurit bernama Sertu AW terlibat cekcok dengan pemilik warung setelah transaksi yang tidak lancar.
"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
AW saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran. Kerusakan warung yang terjadi kemudian merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang sudah memanas.
Video Viral dan Reaksi Publik
Video yang diunggah akun Instagram @wargajakarta.id memperlihatkan beberapa pria menyerang seorang pria berkaus merah di teras toko 'Adi Jaya'. Kardus air mineral berserakan di depan toko. Video itu memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Penanganan Hukum dan Imbauan
Donny menegaskan bahwa seluruh peristiwa saat ini ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta utuh. TNI AD berkomitmen memproses setiap prajurit yang terbukti melanggar sesuai ketentuan.
"Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik," ujar Donny.
Ia mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap. Masyarakat diminta menunggu hasil investigasi resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga komunikasi dan tidak main hakim sendiri. Semoga penanganan hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi semua pihak.