JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) memulai proses seleksi khusus untuk merekrut 500 prajurit ahli guna mengawaki kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi. Seleksi ketat ini menuntut kompetensi tinggi di bidang navigasi hingga operasional penerbangan.
- Kriteria Seleksi Ketat
- Kebutuhan 500 Personel Berkualifikasi
- Fokus pada Teknologi Aviasi dan Drone
- Tujuan Strategis Blue Water Navy
Kriteria Seleksi Ketat
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menegaskan seleksi ini menjadi syarat mutlak. Kompleksitas sistem kapal induk memerlukan keahlian teknis spesifik.
Personel harus menguasai operasi sistem persenjataan dan penerbangan di atas dek kapal. "TNI AL melakukan seleksi khusus dengan kriteria kompetensi tinggi," ungkap Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Selasa (10/3).
Giuseppe Garibaldi memiliki sistem navigasi berbeda dengan kapal perang biasa. Perbedaan ini membutuhkan adaptasi dan pelatihan intensif.
Kebutuhan 500 Personel Berkualifikasi
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan mengungkap kebutuhan minimal 500 pelaut. Kapal induk seberat 13 ribu ton ini membutuhkan kru dengan penguasaan teknologi mumpuni.
"Personelnya sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki," jelas Yayan dalam diskusi daring di Jakarta. Kriteria tinggi terutama berlaku bagi jajaran perwira.
Para pengawak harus siap menguasai teknologi aviasi dan sistem tempur terintegrasi. Kapal ini berfungsi sebagai pangkalan udara terapung dengan kompleksitas operasional tinggi.
Fokus pada Teknologi Aviasi dan Drone
TNI AL memproyeksikan Giuseppe Garibaldi sebagai pusat operasi udara modern. Kapal ini kemungkinan besar mengusung teknologi wahana udara nirawak (drone).
Kru inti harus memiliki kesiapan teknis matang untuk mengoperasikan sistem tersebut. "Kru inti 500 orang belum termasuk kru penerbangan dan sistem aviation," ucap Yayan.
Pentahapan persiapan sedang dipersiapkan dengan cermat. TNI AL terus mematangkan kesiapan SDM sesuai target kedatangan kapal.
Tujuan Strategis Blue Water Navy
Kehadiran kapal induk ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi TNI AL. Targetnya adalah mewujudkan kekuatan Blue Water Navy yang mampu beroperasi lintas samudra.
Kemampuan operasional global menjadi fokus pengembangan armada laut Indonesia. Seleksi prajurit ahli merupakan langkah strategis menuju tujuan tersebut.
Persiapan SDM yang matang akan menentukan kesiapan operasional kapal induk pertama Indonesia. TNI AL berkomitmen menyiapkan personel terbaik untuk mengawal kedaulatan maritim negeri.