Viral

Tradisi Unik Sulawesi: Jenazah Dikeluarkan Lewat Jendela, Bukan Pintu

Ujang Trisno Ujang Trisno 27 Jun 2026 14:27 19 Views
Tradisi Unik Sulawesi: Jenazah Dikeluarkan Lewat Jendela, Bukan Pintu

Tradisi Unik Sulawesi: Jenazah Dikeluarkan Lewat Jendela, Bukan Pintu

JAVASCORNER.CO.ID, SIDRAP - Sebuah tradisi adat yang unik dan penuh makna masih lestari di kalangan komunitas Tolotang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan: jenazah dikeluarkan dari rumah melalui jendela, bukan pintu utama. Praktik ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan simbol spiritual yang telah diwariskan turun-temurun.

Makna di Balik Tradisi

Bagi masyarakat Tolotang, penganut kepercayaan leluhur Bugis kuno, mengeluarkan jenazah lewat jendela memiliki tujuan sakral. Tindakan ini menjadi simbol pemutusan hubungan antara roh orang yang meninggal dengan kehidupan duniawi dan rumah yang ditinggalkan.

Mereka percaya, jika jenazah dikeluarkan melalui pintu utama, roh dapat mengingat jalan masuk dan kembali ke rumah. Hal itu diyakini dapat mengganggu ketenangan keluarga yang masih hidup.

Selain itu, penggunaan jendela melambangkan jalur yang berbeda dari kehidupan sehari-hari. Ini menandakan transisi menuju alam lain atau perjalanan menuju "Patotoe" (Tuhan dalam kepercayaan Tolotang).

Simbolisme dalam Upacara Kematian

Tradisi ini merupakan bentuk komunikasi simbolik yang kaya makna dalam upacara kematian komunitas Towani Tolotang. Setiap elemen, mulai dari cara mengeluarkan jenazah hingga doa-doa yang dipanjatkan, memiliki arti mendalam.

Kepercayaan dan Sejarah Tolotang

Kepercayaan Tolotang secara resmi terdaftar pada tahun 1966 sebagai bagian dari agama Hindu. Dengan demikian, penganutnya berhak memiliki KTP dengan status agama Hindu, yang diakui sebagai salah satu agama resmi di Indonesia.

Hal ini menjadi bukti akulturasi dan pengakuan negara terhadap kearifan lokal yang telah ada jauh sebelum era modern.

Eksistensi Komunitas Saat Ini

Jumlah penganut kepercayaan Tolotang diperkirakan mencapai ribuan orang. Konsentrasi terbesar berada di Amparita, Sidrap, dengan sekitar 5.000 jiwa.

Tradisi ini terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan identitas budaya. Meskipun arus modernisasi terus mengalir, komunitas Tolotang tetap memegang teguh adat istiadat mereka.

Mereka berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dipahami oleh generasi mendatang sebagai warisan budaya yang tak ternilai.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#Tradisi Sulawesi #Jenazah lewat jendela #Tolotang Sidrap #Adat Bugis #Kepercayaan Tolotang

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner