Ekonomi

Transaksi LCS Indonesia Tembus Rp 431 Triliun, Kurangi Ketergantungan Dolar AS

Ujang Trisno Ujang Trisno 14 Mar 2026 21:04 86 Views
Transaksi LCS Indonesia Tembus Rp 431 Triliun, Kurangi Ketergantungan Dolar AS

Transaksi LCS Indonesia Tembus Rp 431 Triliun, Kurangi Ketergantungan Dolar AS

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan peningkatan penggunaan skema Local Currency Settlement (LCS) dalam perdagangan internasional Indonesia mencapai US$25,56 miliar atau Rp 431,96 triliun. Laporan tersebut disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), kepada Presiden Prabowo Subianto.

Peningkatan Transaksi LCS

Nilai transaksi LCS mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang tercatat US$12,9 miliar. Airlangga menyebut angka ini sebagai hasil sinergi kebijakan pemerintah dengan Bank Indonesia.

"Jumlahnya naik US$25,56 miliar, Pak, dibandingkan tahun lalu hanya US$12,9 miliar," tutur Airlangga dalam sidang kabinet. Peningkatan ini menunjukkan percepatan adopsi sistem transaksi tanpa dolar AS.

Negara Mitra Kerja Sama

Indonesia telah menjalankan kerja sama LCS dengan beberapa negara mitra utama. Malaysia, Thailand, Jepang, dan China termasuk dalam daftar negara yang telah menerapkan sistem ini.

Kerja sama tersebut memungkinkan transaksi perdagangan langsung menggunakan mata uang lokal masing-masing negara. Mekanisme ini menghilangkan kebutuhan konversi ke dolar AS sebagai mata uang perantara.

Dampak Kebijakan

Penggunaan LCS bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional. Airlangga menekankan pentingnya kebijakan ini untuk menurunkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Kalau terus kita dorong maka kebutuhan terhadap dolar akan menurun," jelas Airlangga kepada Presiden Prabowo. Sistem ini juga diharapkan dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

Bank Indonesia terus mendorong perluasan kerja sama LCS dengan negara-negara mitra dagang lainnya. Langkah ini sejalan dengan upaya diversifikasi sistem pembayaran internasional yang selama ini didominasi dolar AS.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#LCS #perdagangan internasional #mata uang lokal #Airlangga Hartarto #Bank Indonesia

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner