Global

Trump Ancam Bombardir Iran, Harga Emas Merosot 2,2%

Ujang Trisno Ujang Trisno 03 Apr 2026 05:59 70 Views
Trump Ancam Bombardir Iran, Harga Emas Merosot 2,2%

Trump Ancam Bombardir Iran, Harga Emas Merosot 2,2%

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Harga emas dunia anjlok 2,2% pada Kamis (2/4/2026) menyusul ancaman keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membombardir Iran hingga "kembali ke Zaman Batu". Pernyataan Trump memperkuat dolar AS dan menekan logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut.

Penurunan Harga Emas

Harga emas spot turun ke level US$ 4.651,35 per ons pada pukul 13.30 EDT. Penurunan terjadi setelah sempat menyentuh level tertinggi dua pekan di awal sesi.

Kontrak berjangka emas AS mengalami penurunan lebih dalam, mencapai 2,8% ke posisi US$ 4.679,70. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama tekanan terhadap harga emas.

Data Perdagangan

Berikut rincian pergerakan harga emas:

  1. Emas spot: US$ 4.651,35 (-2,2%)
  2. Kontrak berjangka AS: US$ 4.679,70 (-2,8%)
  3. Perak spot: US$ 72,38 (-3,7%)

Dampak Pernyataan Trump

Dalam pidato televisi, Trump menyatakan militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun, ia tidak memberikan jadwal jelas kapan perang yang berlangsung sebulan ini akan berakhir.

Ancaman untuk membombardir Iran hingga ke Zaman Batu memicu kekhawatiran inflasi global. Pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi atau bahkan naik.

Reaksi Pasar Energi

Harga minyak melonjak 11% setelah pernyataan Trump. Kenaikan harga energi biasanya mendorong inflasi lebih luas, mengurangi ruang bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Logam mulia cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Analisis Pasar

David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menyatakan pasar sangat fokus pada komentar Trump. "Tidak ada tanda-tanda penyelesaian cepat terhadap situasi energi," katanya.

Meger menambahkan kondisi ini mengurangi peluang pemangkasan suku bunga. Sentimen tersebut menekan harga emas dan perak secara bersamaan.

Trend Penurunan

Harga emas spot tercatat sudah turun 12% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari. Penurunan berlanjut meski emas dikenal sebagai safe haven di tengah gejolak geopolitik.

Cadangan emas bank sentral Turki turun 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pekan lalu. Total penurunan dua minggu terakhir mencapai lebih dari 118 ton.

Pergerakan Logam Lain

Perak spot mengalami penurunan lebih tajam, mencapai 3,7% ke level US$ 72,38. Logam industri ini sering mengikuti pergerakan emas namun dengan volatilitas lebih tinggi.

Platinum justru naik 0,9% ke US$ 1.981,95. Palladium juga menguat 1,9% ke posisi US$ 1.497,00.

Perbedaan Performa

Perbedaan performa antar logam mulia mencerminkan dinamika pasar yang kompleks. Platinum dan palladium lebih dipengaruhi faktor permintaan industri daripada sentimen geopolitik.

Emas dan perak tetap paling sensitif terhadap perkembangan suku bunga dan kekuatan dolar AS.

Dampak Regional

Di Asia, emas diperdagangkan dengan premi di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Harga lebih rendah mendorong permintaan fisik di negara konsumen emas terbesar kedua dunia.

Premi di China sedikit turun karena pembeli menunggu koreksi harga lebih dalam. Pasar menanti perkembangan lebih lanjut dari konflik Timur Tengah.

Prospek Jangka Pendek

Analis memperkirakan volatilitas tinggi akan terus berlanjut. Faktor penentu utama tetap perkembangan geopolitik dan kebijakan bank sentral global.

Investor disarankan memantau pernyataan pejabat AS dan Iran. Reaksi pasar terhadap data inflasi AS juga perlu diperhatikan.

Pasar logam mulia tetap waspada menunggu perkembangan konflik Timur Tengah. Keputusan investasi perlu mempertimbangkan berbagai faktor makroekonomi yang saling terkait.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#harga emas #Donald Trump #Iran #inflasi #investasi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner