JAVASCORNER.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan mengambil uranium yang diperkaya milik Iran apabila kesepakatan antara kedua negara tercapai. Pernyataan ini disampaikan Trump pada Senin (23/3/2026) saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai mekanisme pengambilan uranium yang menjadi sumber perselisihan.
Pernyataan Trump
"Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri," tegas Trump kepada wartawan sebelum bertolak ke wilayah selatan Amerika Serikat. Presiden ke-45 AS itu menambahkan bahwa proses pengambilan uranium akan berjalan "sangat mudah".
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan mengenai cara AS memperoleh uranium Iran yang telah lama menjadi titik panas dalam hubungan kedua negara. Trump mengungkapkan optimisme bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Mekanisme Pengambilan
Meski tidak merinci teknis pengambilan uranium, Trump menekankan bahwa proses tersebut akan menjadi bagian integral dari kesepakatan yang sedang dirundingkan. Beberapa analis memperkirakan beberapa skenario mungkin terjadi:
- Pengalihan kepemilikan uranium dari Iran ke AS
- Penempatan uranium di lokasi netral dengan pengawasan internasional
- Pengurangan tingkat pengayaan uranium oleh Iran
- Pemusnahan sebagian stok uranium yang ada
Trump menyatakan kedua pihak sama-sama menginginkan kesepakatan yang menguntungkan. "Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan," ujarnya.
Pembicaraan Terbaru
Presiden AS mengklaim putaran pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh pihak Iran yang menyatakan tidak ada pertemuan resmi pada waktu tersebut.
Trump mengindikasikan komunikasi akan terus berlanjut. "Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon," katanya. Pernyataan ini menunjukkan diplomasi jarak jauh masih menjadi pilihan utama mengingat ketegangan yang masih ada.
Respons Iran
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Trump mengenai pengambilan uranium. Sebelumnya, Iran konsisten menolak tekanan AS terkait program nuklirnya.
Kendala Perjalanan
Trump mengungkapkan pejabat Iran menghadapi kesulitan untuk bepergian ke luar negeri. Meski demikian, ia meyakini pertemuan langsung antara pejabat AS dan Iran akan segera terjadi.
Kendala perjalanan ini diduga terkait dengan sanksi internasional yang masih membatasi mobilitas diplomat Iran. Namun, Trump tidak merinci apakah AS akan memfasilitasi perjalanan tersebut.
Jeda Serangan
Dalam pengumuman terpisah, Trump menyatakan jeda lima hari dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran bersifat sementara. Keputusan ini diambil setelah harga minyak dunia anjlok hampir 11%.
"Kita akan lihat bagaimana hasilnya," kata Trump. "Jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hati kita."
Dampak Ekonomi
Ancaman dan jeda serangan AS terhadap Iran telah mempengaruhi pasar global:
- Harga minyak Brent dan WTI turun signifikan
- Bursa saham Jepang dan Korea Selatan mengalami tekanan
- Investor mengamati perkembangan dengan cermat
Pernyataan Trump tentang uranium Iran ini muncul di tengah upaya diplomasi yang masih berjalan. Dunia internasional terus memantau apakah kedua negara dapat mencapai kesepakatan yang menurunkan ketegangan sekaligus mengatasi kekhawatiran tentang program nuklir Iran.
Kesepakatan yang adil dan berkelanjutan diharapkan dapat membawa stabilitas tidak hanya bagi AS dan Iran, tetapi juga bagi kawasan Timur Tengah yang rentan konflik. Semua pihak menunggu perkembangan lebih lanjut dari meja perundingan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.