JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembukaan permanen Selat Hormuz untuk China dan dunia pada Rabu (16/4/2026), mengakhiri blokade yang diberlakukan sejak awal pekan. Pengumuman ini disampaikan melalui platform Truth Social setelah sebelumnya AS memblokir perdagangan Iran di jalur air strategis tersebut.
Pengumuman Trump
Dalam unggahan Truth Social, Trump menyatakan China sangat senang dengan keputusannya membuka Selat Hormuz secara permanen. "Saya melakukan ini untuk mereka juga - dan untuk Dunia," tulis presiden AS tersebut.
Trump mengklaim Beijing telah menyetujui untuk tidak mengirim senjata ke Iran. Ia bahkan menyebut Presiden China Xi Jinping akan memberinya "pelukan hangat" saat kunjungan kenegaraan ke China pada 14 Mei mendatang.
Pernyataan Resmi
Gedung Putih mengonfirmasi pernyataan Trump melalui akun Twitter resmi. Unggahan tersebut memuat kutipan lengkap presiden tentang pembukaan selat dan kesepakatan dengan China.
Kronologi Blokade
Blokade Selat Hormuz dimulai Minggu (13/4) setelah negosiasi damai AS-Iran yang dimediasi Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Komando Pusat AS melaporkan kapal perang Amerika berhasil memblokir semua perdagangan Iran melalui selat tersebut pada Selasa (15/4).
Aksi Iran
Iran sebelumnya menutup Selat Hormuz bagi "kapal musuh" sebagai respons terhadap kampanye pengeboman AS-Israel yang diluncurkan 28 Februari. Teheran menuntut pengakuan kedaulatan atas jalur air tersebut dan hak mengenakan bea masuk.
Respons China
Hingga berita ini ditulis, China belum memberikan tanggapan resmi terhadap pengumuman terbaru Trump. Namun sebelumnya Beijing telah membantah keras tuduhan memberikan dukungan militer kepada Iran.
Bantahan Sebelumnya
Pada Selasa (15/4), Kementerian Luar Negeri China menyebut tuduhan bantuan senjata ke Iran sebagai perilaku "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". Pernyataan ini juga menyinggung blokade kapal-kapal Iran oleh AS.
Posisi Resmi China
China secara konsisten menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan. Negara tersebut menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomatik.
Implikasi Geopolitik
Pembukaan kembali Selat Hormuz memiliki dampak signifikan terhadap geopolitik global. Selat ini merupakan jalur vital bagi 20-30% pasokan minyak dunia.
Dampak Perdagangan
Blokade sebelumnya telah memengaruhi:
- Harga minyak global yang melonjak
- Rantai pasokan energi dunia
- Perdagangan maritim internasional
Hubungan AS-China
Keputusan Trump dianggap sebagai upaya memperbaiki hubungan dengan Beijing. Kunjungan kenegaraan Trump ke China pada Mei menjadi momentum penting dalam dinamika hubungan kedua negara.
Xi Jinping diperkirakan akan melakukan kunjungan balasan ke Washington di kemudian hari. Pertemuan kedua pemimpin ini akan menentukan arah hubungan AS-China dalam beberapa tahun mendatang.
Masa Depan Kawasan
Stabilitas Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama negara-negara di kawasan Timur Tengah. Beberapa analis memprediksi perkembangan ini bisa mengurangi ketegangan regional, meski tetap perlu pengawasan ketat.
Pengumuman Trump tentang pembukaan permanen Selat Hormuz membuka babak baru dalam hubungan internasional. Dunia kini menunggu respons konkret dari China dan dampak jangka panjang terhadap stabilitas energi global.