JAVASCORNER.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang di Timur Tengah akan segera berakhir dalam hitungan minggu. Namun di Teheran, pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru justru disambut demonstrasi dukungan massal dan pernyataan kesetiaan dari militer.
Sinyal bertentangan ini langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak melonjak tajam, sementara indeks saham sempat terperosok sebelum akhirnya stabil setelah komentar Trump dan kabar pelonggaran sanksi terhadap Rusia.
Pernyataan Kontradiktif Trump
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menyebut Iran melakukan "kesalahan besar" dengan mengangkat Mojtaba Khamenei. Meski demikian, ia memperkirakan perang bisa berakhir dalam empat hingga lima minggu.
"Saya pikir perang ini pada dasarnya sudah hampir selesai," tegas Trump kepada CBS News.
Tak lama kemudian, dalam pertemuan dengan anggota Partai Republik, Trump menggambarkan konflik sebagai "operasi jangka pendek". Ia menegaskan perang akan terus berlanjut sampai Iran "benar-benar dan secara tegas dikalahkan".
"Kami sudah menang dalam banyak hal, tetapi belum cukup," tambahnya.
Dukungan Menguat untuk Pemimpin Baru Iran
Media pemerintah Iran menayangkan aksi massa besar di berbagai kota. Para pendemo membawa bendera Iran serta potret Ali Khamenei, ayah Mojtaba yang tewas dalam serangan Israel di hari pertama perang.
Di Isfahan, ledakan serangan udara terdengar di sekitar Imam Square tempat demonstrasi berlangsung. Para pendukung tetap meneriakkan slogan "Allahu Akbar" sebagai bentuk perlawanan.
Militer Iran mengumumkan akan meningkatkan serangan rudal balasan terhadap AS dan Israel. Dewan pertahanan negara itu menyatakan kesetiaan mutlak: "Kami akan mematuhi panglima tertinggi hingga tetes darah terakhir."
Masyarakat Iran terbelah dalam menyikapi kepemimpinan baru. Zahra Mirbagheri, mahasiswa 21 tahun di Teheran, menganggap pengangkatan Mojtaba sebagai tamparan bagi musuh. Sebaliknya, pengusaha Babak dari Arak menilai rezim tetap kuat dengan dukungan puluhan ribu pasukan Garda Revolusi.
Tujuan Konflik yang Berbeda
Israel menetapkan tujuan menggulingkan sistem pemerintahan ulama di Iran. Sementara pejabat AS lebih fokus pada penghancuran kemampuan rudal dan program nuklir negara tersebut.
Trump sendiri menyatakan konflik hanya akan berakhir jika Iran memiliki pemerintahan yang patuh. Israel sebelumnya mengancam akan menargetkan siapa pun penerus Ali Khamenei kecuali Iran mengubah kebijakan permusuhannya.
Perbedaan tujuan ini memperumit resolusi konflik. Pasar global terus memantau perkembangan dengan cemas, mengingat dampak kenaikan harga minyak dan gejolak saham yang sudah terjadi.