Internasional

Trump Kritik Australia soal Iran, PM Albanese Tegaskan Tak Ada Permintaan Baru

Raka Pratama Raka Pratama 17 Apr 2026 17:55 99 Views
PM Australia Anthony Albanese memberikan keterangan pers terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump

PM Australia Anthony Albanese memberikan keterangan pers terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap Australia karena dianggap tidak memberikan bantuan dalam konflik dengan Iran. Pernyataan ini langsung dibalas Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang menegaskan tidak ada permintaan baru dari Washington.

Trump menyampaikan kekecewaannya dalam konferensi pers di Washington, Kamis (16/4/2026) waktu setempat. "Saya tidak senang dengan Australia karena mereka tidak ada di sana ketika kami meminta mereka untuk berada di sana," ujarnya. Presiden AS itu secara spesifik menyebutkan soal Selat Hormuz.

Ketegangan Diplomatik AS-Australia

Hubungan kedua negara sekutu ini mengalami ujian menyusul pernyataan terbuka Trump. Presiden AS itu telah berulang kali mengkritik Australia karena dianggap tidak cukup mendukung dalam perang melawan Iran.

"Mereka tidak ada di sana, terkait dengan Hormuz," cetus Trump seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/4/2026). Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Latar Belakang Konflik

Selat Hormuz menjadi titik panas dalam konflik AS-Iran. Jalur laut strategis ini merupakan pintu masuk bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Iran telah mengancam akan menutup selat tersebut sebagai respons terhadap sanksi AS.

Australia, meski menjadi sekutu keamanan AS, secara konsisten menyatakan tidak terlibat langsung dalam konflik bersenjata dengan Iran. Pemerintah Canberra lebih memfokuskan pada upaya diplomatik.

Respons Tegas PM Albanese

Menanggapi pernyataan Trump, PM Albanese memberikan klarifikasi langsung. "Tidak ada permintaan baru sama sekali," tegasnya dalam konferensi pers di Canberra, Jumat (17/4/2026).

Albanese menjelaskan bahwa Trump telah memperjelas posisinya mengenai masalah Iran. "Dia telah mengatasinya," kata PM Australia itu tentang komunikasi dengan pemimpin AS tersebut.

Komunikasi Antar Pemimpin

Meski ada pernyataan publik yang keras, kedua pemimpin dikabarkan tetap menjaga jalur komunikasi. Sumber pemerintah Australia menyebutkan dialog bilateral berjalan normal di luar pernyataan media.

"Hubungan AS-Australia tetap kuat dan berkelanjutan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Australia. "Kami terus berkoordinasi dalam berbagai isu keamanan regional."

Kepentingan Australia di Selat Hormuz

Pemerintah Australia mengakui memiliki kepentingan strategis di Selat Hormuz. Canberra sangat berkepentingan dengan pembukaan kembali jalur pelayaran internasional tersebut.

Menteri Pertahanan Richard Marles mengungkapkan bahwa Australia sedang bernegosiasi dengan beberapa negara mengenai situasi di selat itu. "Kami berdiskusi dengan Prancis, Inggris, dan AS," kata Marles pada Jumat (16/4).

Pentingnya Jalur Pelayaran

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Australia sebagai negara pengekspor sumber daya alam memiliki ketergantungan pada stabilitas kawasan ini.

  • 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz
  • Australia mengekspor LNG ke negara-negara Asia melalui rute ini
  • Keamanan jalur pelayaran mempengaruhi harga komoditas global

Dukungan Militer yang Telah Diberikan

Meski menolak keterlibatan langsung dalam konflik, Australia telah memberikan dukungan militer kepada sekutunya. Bulan lalu, Canberra merespons permintaan Washington untuk membantu pertahanan negara-negara Teluk.

Pemerintah Australia mengirimkan pesawat pengintai E7 Wedgetail dan sistem rudal untuk melindungi Uni Emirat Arab. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen keamanan bersama dalam kerangka aliansi.

Bentuk Dukungan Lainnya

Selain bantuan militer, Australia juga terlibat dalam:

  1. Operasi pengawasan maritim di kawasan
  2. Pelatihan pasukan keamanan regional
  3. Bantuan kemanusiaan untuk pengungsi konflik
  4. Dukungan logistik untuk operasi perdamaian

Ketegangan antara AS dan Australia ini terjadi di tengah upaya internasional mencari solusi damai untuk konflik Iran. Meski ada perbedaan pendekatan, kedua negara tetap berkomitmen pada stabilitas kawasan dan keamanan jalur perdagangan global. Diplomasi terus berjalan sementara dunia menunggu perkembangan lebih lanjut dari krisis yang telah berlangsung beberapa bulan ini.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Donald Trump #Australia #Iran #Selat Hormuz #Anthony Albanese

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner