Viral

Video Diduga Hina Nabi Muhammad di Bekasi Viral, Polisi Panggil Abah Setu

Ujang Trisno Ujang Trisno 10 Sep 2026 00:39 2 Views
Video Diduga Hina Nabi Muhammad di Bekasi Viral, Polisi Panggil Abah Setu

Video Diduga Hina Nabi Muhammad di Bekasi Viral, Polisi Panggil Abah Setu

Javas Corner - Sebuah video yang diduga memuat pernyataan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW mencuat di media sosial dan memicu keresahan warga di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Rekaman tersebut dikaitkan dengan aktivitas di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin oleh Asep Setiawan, yang akrab disapa Abah Setu. Peristiwa ini berujung pada penggerudukan massal terhadap kediaman Abah Setu pada Senin (7/9/2026) malam.

 

Sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam untuk meminta klarifikasi terkait video yang dinilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan kejadian tersebut. "Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah hadir saat sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada Senin malam," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

 

Kedatangan warga yang mencapai puluhan orang ini menuai perhatian. Dalam video yang beredar, Abah Setu terdengar membahas persoalan yang disebut berkaitan dengan kondisi "terjebak syariat". Ada pula bagian pernyataan yang kemudian menjadi perhatian warga karena dinilai berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.

 

Potongan rekaman lainnya memperlihatkan pernyataan mengenai kegiatan mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam. Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu keresahan di tengah masyarakat, yang akhirnya mengarah pada tindakan penggerudukan.

 

Merujuk pada laporan sejumlah media, warga yang datang ke lokasi meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Warga diarahkan untuk menyampaikan dugaan tindak pidana melalui mekanisme laporan kepolisian.

 

"Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian," jelas Budi. Setelah mendapat imbauan dari petugas, warga kemudian membubarkan diri pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Situasi di lokasi dipastikan berlangsung aman dan kondusif.

 

Sebagai tindak lanjut, kepolisian meminta keterangan dari Abah Setu pada Selasa (8/9/2026). Dalam keterangannya kepada polisi, Abah Setu menyebut video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian isi video tersebut telah diubah menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

 

"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," kata Budi. Klaim ini menjadi penting karena jika benar, maka bisa jadi video yang beredar tidak mencerminkan pernyataan asli Abah Setu.

 

Meskipun membantah konteks video yang beredar, Abah Setu bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut dan membuka ruang dialog dengan pihak-pihak yang merasa keberatan terhadap isi video tersebut. Kepolisian menjadwalkan proses mediasi antara pihak-pihak terkait pada Kamis (10/9/2026) di Polres Metro Bekasi.

 

"Ia juga menyatakan bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi," ungkap Budi. Mediasi ini diharapkan dapat menjadi forum untuk mendinginkan situasi dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

 

Lebih lanjut, Budi memahami keresahan yang muncul di tengah masyarakat. Namun, kepolisian meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Masyarakat juga diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memperbesar kesalahpahaman dan memicu konflik.

 

"Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik," ujar Budi.

 

Kasus ini menjadi peringatan tentang bagaimana konten digital dapat dengan cepat memicu reaksi massal, terutama ketika menyangkut isu-isu sensitif seperti agama. Di era digital yang serba cepat, verifikasi informasi menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dan konflik sosial.

 

Abah Setu sendiri, dalam sebuah potongan wawancara, menyatakan bahwa video yang beredar di masyarakat hanyalah potongan dari rekaman yang lebih panjang. Ia bahkan menduga sebagian isi video tersebut telah diubah menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Hal ini menunjukkan kompleksitas kasus ini di tengah maraknya konten manipulatif di media sosial.

 

Kasus ini pun tidak hanya menyangkut isi pernyataan dalam video, tetapi juga keaslian rekaman yang menjadi pemicu keresahan warga. Pihak kepolisian pun akan melibatkan ahli digital forensik untuk mengusut tuntas keaslian video serta konteks pernyataan sebenarnya.

 

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga ketenangan dan menahan diri dalam merespons informasi di media sosial. Menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, apalagi yang menyangkut isu sensitif, dapat memicu kerugian yang lebih besar dan mengancam kerukunan masyarakat.

 

#AbahSetu #CikarangBarat #NabiMuhammad #PenistaanAgama #PolresMetroBekasi #Viral #AI #MajelisDzikirNurulHikam #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner