JAVASCORNER.CO.ID, WONOSOBO - Polres Wonosobo menegaskan video viral berdurasi 30 detik yang menunjukkan aksi saling lempar obor di Kecamatan Sapuran adalah hoaks. Konten yang beredar luas di grup WhatsApp pada Jumat (20/3/2026) malam takbir itu merupakan rekaman lama dari tahun 2024.
Klarifikasi Polisi
Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang D.P. Wibowo, menyatakan penelusuran digital membuktikan video tersebut bukan peristiwa baru. "Sudah saya konfirmasi, nihil. Tidak ada kejadian seperti itu di Sapuran," kata Nanang, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Polisi merilis tangkapan layar hasil pengecekan sumber video. Bukti itu menunjukkan konten merupakan unggahan lawas yang diproduksi ulang secara tidak bertanggung jawab.
Kronologi Penemuan
Video mulai viral bertepatan dengan malam takbir Lebaran 2026. Keterangan lokasi menyebut Sapuran, Jawa Tengah, Indonesia. Sejumlah warganet mengira peristiwa benar-benar terjadi di wilayah tersebut.
Nanang menambahkan, seluruh rangkaian perayaan malam takbir di Sapuran berlangsung tertib. "Alhamdulillah kondisi aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat lancar tanpa gangguan berarti," ujarnya.
Dampak Viral
Peredaran video dengan keterangan lokasi Sapuran dinilai membahayakan ketertiban umum. Konten memicu persepsi negatif di masyarakat yang sedang merayakan momen religius.
Kekhawatiran muncul karena video menunjukkan suasana menegangkan. Sekelompok orang terlihat saling melempar obor dengan api menyala. Durasi pendek, sekitar 30 detik, membuat informasi terkesan mendesak.
Respon Warganet
Beberapa komentar di media sosial mengungkapkan kecemasan. Sebagian mempertanyakan validitas video, sementara yang lain langsung membagikan tanpa verifikasi. Polisi mencatat penyebaran terutama terjadi melalui grup WhatsApp.
Imbauan Resmi
Polres Wonosobo mengimbau masyarakat lebih bijak menyaring informasi sebelum membagikannya. Warga diminta tidak mudah terprovokasi konten visual belum terverifikasi.
Langkah Pencegahan
Polisi memberikan tips sederhana untuk menghindari penyebaran hoaks:
- Periksa sumber informasi dari media terpercaya
- Verifikasi tanggal kejadian melalui penelusuran digital
- Hubungi pihak berwenang jika ragu dengan konten beredar
- Hindari membagikan konten menimbulkan keresahan publik
Momen Lebaran 2026 harus dijaga kekhusyukannya. Kesadaran kolektif dalam bermedia sosial menjadi kunci mencegah penyebaran informasi palsu. Polisi akan terus memantau peredaran konten hoaks yang berpotensi mengganggu ketertiban.