JAVASCORNER.CO.ID, MAJALENGKA - Video seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) PUI Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka yang mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya berupa ubi bakar viral di media sosial. Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, menjelaskan kejadian tersebut akibat kekeliruan distribusi, bukan karena menu yang tidak lengkap.
Viral di Media Sosial
Video berdurasi pendek itu direkam di rumah siswa. Dalam rekaman, siswa mengenakan peci hitam dan seragam sekolah menyampaikan keluhan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dengan nada polos, dia menyebut menu MBG yang diterimanya hanya ubi bakar dalam wadah mika untuk konsumsi dua hari. "Assalamu'alaikum Kang Dedi, ini dari MI PUI Cipeundeuy Bantarujeg. MBG-nya cuma dikasih ubi bakar. Ini buat dua hari, bela-belain nungguin," ujarnya.
Video itu memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang merasa prihatin, sementara lainnya mengkritik pelaksanaan program makanan bagi siswa.
Klarifikasi SPPG
Intan Diena Khoerunisa menegaskan kejadian tersebut terjadi karena masalah distribusi. Pada hari itu, ada satu kali pengiriman menu MBG dari dapur SPPG, namun menu dibagikan dalam dua wadah terpisah.
Siswa yang bersangkutan baru mengambil wadah berisi ubi bakar dan langsung pulang. Satu wadah menu lainnya belum sempat diambil karena dia sudah meninggalkan lokasi.
"Ini menu lengkapnya, laporan dari SPPG. Memang ada miss distribusi, tetapi kekurangannya saat itu juga disusulkan di hari yang sama," jelas Intan.
Kendala di Lapangan
Proses distribusi MBG saat itu mengalami hambatan. Sekolah sedang menggelar kegiatan pembagian zakat, sehingga perhatian terbagi.
Akibatnya, sebagian siswa pulang lebih dulu sebelum menerima seluruh menu yang seharusnya mereka dapatkan. Namun, siswa dalam video kemudian kembali mengambil menu yang sebelumnya belum diterima.
Menu Lengkap MBG
Intan menjelaskan paket MBG yang disiapkan dapur SPPG terdiri dari beberapa komponen gizi. Menu tidak hanya ubi bakar seperti yang terlihat dalam video viral.
Untuk porsi besar, menu meliputi roti, telur rebus, pisang, paha ayam, kacang polong, jeruk, serta ubi bakar sebagai tambahan sumber karbohidrat. Porsi kecil terdiri dari roti, telur rebus, susu kotak, paha ayam, kacang polong, jeruk, dan ubi bakar.
Video yang beredar direkam saat pulang sekolah, sebelum siswa mengambil sisa menu yang belum diterima. "Setelah itu, siswa tersebut sudah mengambil menu tambahan," tegas Intan.
Evaluasi ke Depan
SPPG menegaskan peristiwa ini murni terjadi karena kendala distribusi sementara. Pihaknya akan melakukan koordinasi internal agar kesalahan serupa tidak terulang.
"Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi pelaksana program MBG," kata Intan. Distribusi makanan ke sekolah harus berjalan lebih tertib dan tepat waktu.
Seluruh siswa perlu menerima menu bergizi secara lengkap. Program MBG tetap menjadi prioritas untuk mendukung gizi anak sekolah di Majalengka.