JAVASCORNER.CO.ID, BONTANG - Video percakapan antara dokter kandungan dan seorang siswi SMA di Bontang, Kalimantan Timur, viral di media sosial. Dalam rekaman itu, remaja perempuan tersebut didiagnosis menderita kondiloma atau kutil kelamin akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV) dari hubungan seksual.
Video Viral dan Isi Percakapan
Video berdurasi pendek itu menunjukkan dialog antara dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG, dokter spesialis kandungan di RS Amalia Bontang, dengan pasiennya. Remaja yang masih berseragam SMA itu mengeluhkan pertumbuhan mirip kutil di area kelaminnya.
Percakapan mereka terdengar jelas. Dokter menjelaskan kondisi pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Video ini telah ditonton jutaan kali sejak beredar awal pekan ini.
Banyak netizen menyoroti keberanian siswi tersebut berkonsultasi secara terbuka. Namun, ada juga yang mempertanyakan etika perekaman dan penyebaran konten konsultasi medis.
Penjelasan Medis Kondiloma
Dalam video tersebut, dr. Fakhruzzabadi menerangkan bahwa pasien mengalami kondiloma akuminata. Penyakit ini dikenal masyarakat sebagai "jengger ayam" karena bentuk pertumbuhannya yang menyerupai bunga kol kecil.
Kondiloma disebabkan oleh infeksi HPV, khususnya tipe 6 dan 11. Virus ini menular melalui kontak seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Masa inkubasinya bervariasi, dari beberapa minggu hingga bulan setelah paparan.
"Kutil bisa tumbuh di dalam maupun luar organ intim, bahkan menyebar ke area sekitar anus," jelas dokter dalam video itu. Pertumbuhannya seringkali tidak menimbulkan nyeri, sehingga banyak penderita tidak menyadari gejalanya awal.
Bahaya HPV dan Pencegahannya
HPV tidak hanya menyebabkan kutil kelamin. Beberapa tipe virus ini, terutama tipe 16 dan 18, berisiko menyebabkan kanker serviks pada perempuan dan kanker lainnya pada kedua gender.
Pencegahan utama adalah vaksinasi HPV yang direkomendasikan untuk remaja sebelum aktif secara seksual. Penggunaan kondom juga mengurangi risiko penularan, meski tidak sepenuhnya melindungi karena virus bisa berada di area yang tidak tertutup kondom.
Pemeriksaan kesehatan reproduksi rutin penting untuk deteksi dini. Jika ditemukan kutil kelamin, pengobatan tersedia mulai dari krim topikal, cryotherapy, hingga prosedur bedah kecil tergantung keparahannya.
Kasus viral ini mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Orang tua dan sekolah diharapkan lebih proaktif membekali generasi muda dengan pengetahuan yang tepat untuk mencegah infeksi menular seksual.