JAVASCORNER.CO.ID, MEDAN - Video yang memperlihatkan keributan antara sopir bus Eldivo dan anggota polisi di Jalan Sisingamangaraja, Medan, viral di media sosial pada Jumat (3/4/2026). Insiden terjadi Kamis (2/4) siang saat polisi mengawal masyarakat, memicu sorakan penumpang yang menyaksikan.
Kronologi Kejadian
Dalam video berdurasi pendek, sopir bus terlihat adu mulat dengan anggota polisi. Narasi unggahan menyebut keributan terjadi di kawasan Amplas, Medan.
Sopir tampak emosi setelah ditegur terkait pelanggaran peraturan jalan raya. "Kau ngapain nyetop aku, aku lagi motong, dari kiri aku," teriak sopir seperti terekam dalam video.
Pemicu Konflik
Polisi berusaha menjelaskan situasi, namun pembicaraan terus terpotong. Dialog tidak mencapai titik temu karena sopir terus memprotes tindakan petugas.
Reaksi Penumpang
Beberapa penumpang bus ikut menyoraki polisi. Terdengar teriakan "woi, woi, woi" dari dalam kendaraan.
Suasana semakin panas ketika sopir diduga memprovokasi warga sekitar. Polisi akhirnya ditenangkan sejumlah orang dan meninggalkan lokasi.
Konfirmasi Petugas
Kasat PJR Ditlantas Polda Sumatera Utara, AKBP Dhery Fajariandono, membenarkan kejadian tersebut. "Iya, itu memang ada anggota PJR Polda Sumatera Utara," katanya kepada media.
Dia menegaskan anggota sedang bertugas mengawal masyarakat saat insiden terjadi. Pernyataan resmi ini mengkonfirmasi autentisitas video yang beredar.
Analisis Hukum
Insiden ini menyoroti beberapa aspek hukum:
- Kewenangan polisi dalam menegakkan peraturan lalu lintas
- Hak dan kewajiban pengemudi kendaraan umum
- Batasan protes terhadap petugas yang sedang bertugas
Implikasi Sosial
Video viral seringkali memicu persepsi publik tanpa konteks lengkap. Masyarakat perlu mendapatkan informasi utuh sebelum mengambil sikap.
Kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah, menunjukkan pentingnya komunikasi efektif antara petugas dan pengguna jalan.
Insiden di Medan ini mengingatkan semua pihak tentang pentingnya menjaga etika berlalu lintas. Baik pengemudi maupun petugas perlu menunjukkan sikap profesional dalam setiap interaksi di jalan raya. Masyarakat diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi, bukan memperkeruh situasi.