JAVASCORNER.CO.ID, BANDUNG BARAT - Viral di media sosial, seorang anak disabilitas di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, nekat memakan rumput dan dedaunan. Pemerintah daerah langsung bergerak cepat memberikan pendampingan dan memastikan hak pendidikannya terpenuhi.
Kronologi Viral Anak Disabilitas Makan Rumput
Muhammad Rizki (11), akrab disapa Kiki, adalah anak dengan disabilitas intelektual dan tunawicara. Dalam video yang beredar, ia terlihat memakan rumput di sebuah kebun. Kebiasaan ini sudah muncul sejak Kiki berusia 4 tahun.
Sang ayah, Asep Setiawan, mengaku sudah berulang kali melarang, tetapi kebiasaan itu sulit dihentikan. Bahkan, saat dilarang, Kiki kerap menunjukkan reaksi emosi. Keluarga menghadapi tantangan besar dalam merawat dan membimbingnya.
Video yang merekam aksi Kiki tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial. Publik pun ramai memberikan perhatian dan simpati. Tak sedikit yang mendorong pemerintah untuk turun tangan.
Tindakan Pemerintah Daerah
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, langsung menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan aparat desa untuk memberikan pendampingan intensif. Langkah konkret meliputi:
- Pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk memastikan kondisi fisik Kiki.
- Pendampingan psikologis bagi Kiki dan keluarganya.
- Penanganan khusus sesuai dengan kebutuhan disabilitasnya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan masa depan pendidikan Kiki. Ia akan difasilitasi untuk bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) agar mendapatkan pendidikan yang sesuai. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan perkembangannya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kasus Kiki menjadi pengingat bahwa masih banyak anak berkebutuhan khusus yang butuh perhatian serius. Pemerintah menegaskan penanganan kasus serupa tak boleh menunggu viral. Aparat dan instansi terkait harus proaktif di lapangan.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli dan melaporkan jika menemukan anak dengan kondisi serupa. Dengan kolaborasi semua pihak, hak-hak anak disabilitas bisa terpenuhi secara optimal. Kini, Kiki dan keluarganya berharap pendampingan yang diberikan dapat membawa perubahan positif dalam hidupnya.