JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Seorang pria menjadi sorotan di TikTok setelah mengunggah video yang memperlihatkan perubahan drastis pada wajahnya. Akun @kanglelebok itu menunjukkan kondisi mulutnya yang miring ke satu sisi, yang kemudian teridentifikasi sebagai bell's palsy.
Video tersebut diunggah Sabtu (7/3/2026) dan cepat menyebar di platform media sosial. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat kesulitan meniup mi instan yang sedang dimakannya karena bentuk mulutnya yang tidak simetris.
Kisah Viral di Media Sosial
Pria pemilik akun @kanglelebok mengunggah video dengan ekspresi campur aduk. "Gue nggak pernah se-ngakak ini sama penyakit," ujarnya sambil tertawa. "Gue ngomongnya menyong. Kenapa menyong begini?"
Unggahan itu langsung mendapat respons beragam dari netizen. Banyak yang memberikan dukungan, sementara sebagian lain bertanya-tanya tentang kondisi kesehatan yang dialaminya.
Dalam video lanjutan, terlihat bagaimana dia berjuang melakukan aktivitas sederhana seperti makan. Proses meniup makanan panas menjadi tantangan tersendiri karena kontrol otot wajah yang terganggu.
Penjelasan Medis Bell's Palsy
Spesialis saraf dr Reza Aditya, SpS, menjelaskan bell's palsy merupakan kondisi kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi wajah. Gangguan ini mempengaruhi nervus fasialis, saraf yang mengatur gerakan otot-otot wajah.
Gejala utamanya meliputi wajah yang terlihat mencong atau miring. Penderita juga sering mengalami kesulitan menutup mata pada sisi yang terkena.
Mereka mungkin sulit tersenyum secara normal. Air liur yang menetes di satu sisi menjadi tanda lain yang umum ditemui.
"Penyebab terseringnya adalah inflamasi atau peradangan," jelas dr Reza. "Sering kali dipicu oleh infeksi virus."
Perbedaan dengan Stroke
Meski memiliki gejala mirip berupa wajah miring, bell's palsy berbeda dari stroke. Perbedaan mendasar terletak pada cakupan gangguan yang terjadi.
Bell's palsy biasanya hanya mempengaruhi wajah. Tidak ada kelemahan pada tangan atau kaki seperti yang sering terjadi pada stroke.
Penderita bell's palsy tetap dapat menggerakkan anggota tubuh lainnya dengan normal. Fungsi kognitif dan bicara umumnya tidak terganggu, kecuali terkait kontrol otot wajah.
Diagnosis yang tepat penting untuk penanganan yang benar. Konsultasi dengan dokter spesialis saraf menjadi langkah krusial bagi mereka yang mengalami gejala serupa.
Kisah viral ini mengingatkan pentingnya kesadaran akan kondisi kesehatan yang mungkin dianggap sepele. Pemahaman masyarakat tentang bell's palsy diharapkan meningkat melalui edukasi yang berkelanjutan.