News

Viral! Dua Remaja Babak Belur Dihajar Massa karena Ketahuan "Mokel" di Siang Hari

Ujang Trisno Ujang Trisno 22 Feb 2026 00:43 55 Views
Banner Utama

Javascorner.co.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan aksi main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok remaja terhadap dua orang remaja lainnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Peristiwa yang terekam jelas dalam video berdurasi 27 detik ini diduga dipicu oleh kegiatan makan di siang hari selama bulan suci Ramadan atau yang akrab disebut dengan istilah "mokel".

 

Dalam rekaman yang tersebar luas di berbagai platform media sosial, terlihat dua remaja sedang asyik menikmati nasi bungkus di sebuah sudut lapangan. Suasana yang awalnya terlihat biasa saja tiba-tiba berubah mencekam ketika sekelompok remaja mendatangi mereka. Tanpa banyak bicara, salah satu dari korban langsung dipukul di bagian belakang kepala sebanyak dua kali.

 

Dari percakapan yang terekam dalam video, terdengar alasan pelaku melakukan tindakan kekerasan tersebut. Mereka mengaku tidak terima karena wilayahnya dijadikan tempat untuk makan secara sembunyi-sembunyi saat waktu puasa. Aksi ini langsung menuai kecaman dari warganet yang menilai tindakan kekerasan tersebut sangat berlebihan dan tidak dapat dibenarkan.

 

Peristiwa nahas ini terjadi di Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Informasi yang dihimpun, baik korban maupun pelaku masih berstatus sebagai pelajar. Kejadian ini bermula ketika warga sekitar melihat dua remaja tersebut tengah makan siang di area lapangan. Alih-alih ditegur secara baik-baik, mereka justru menjadi sasaran amuk massa.

 

Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian setempat segera bergerak cepat. Kapolsek Pekuncen membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang videonya beredar luas di media sosial. Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan penelusuran lokasi setelah menerima informasi terkait video viral tersebut.

 

"Iya benar, kami sudah melakukan penelusuran dan menemukan lokasi serta para pihak yang terlibat," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi.

 

Kasus ini rencananya akan diselesaikan secara kekeluargaan melalui pendekatan restorative justice mengingat kedua belah pihak masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat bahwa menyikapi sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan norma sebaiknya tidak dilakukan dengan cara kekerasan.

 

Fenomena "mokel" sendiri sebenarnya bukanlah hal baru di masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Istilah ini populer digunakan untuk menyebut orang yang diam-diam membatalkan puasanya sebelum waktu berbuka tiba. Meski secara agama hal tersebut tidak diperbolehkan, kekerasan tentu bukanlah solusi yang tepat untuk menegur mereka yang melanggar.

 

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa memasuki bulan Ramadan, toleransi dan saling pengertian antarsesama harus tetap dijaga. Menegur orang yang kedapatan tidak berpuasa boleh saja dilakukan, namun tetap harus dengan cara yang santun dan edukatif, bukan dengan main hakim sendiri apalagi sampai melakukan tindak kekerasan.

 

Hingga berita ini diturunkan, kedua korban dikabarkan dalam kondisi aman dan telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner