Javas Corner - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan perundungan terhadap seorang remaja perempuan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat menangis setelah didatangi sejumlah pelajar. Peristiwa ini pun mendapat perhatian aparat kepolisian.
Polres Bondowoso bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau Dinsos P3AKB Bondowoso memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dengan pihak yang diduga terlibat. Mediasi dilakukan setelah keluarga korban meminta penyelesaian secara kekeluargaan.
"Kami dari Polres Bondowoso bersama Dinsos melaksanakan mediasi atas permintaan keluarga korban," ujar Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, Jumat (11/9/2026).
Bobby menjelaskan bahwa mediasi berlangsung di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satreskrim Polres Bondowoso. Lokasi tersebut dipilih karena pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut masih berusia di bawah umur.
Menurutnya, penanganan kasus yang melibatkan anak perlu dilakukan dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Karena itu, proses yang ditempuh tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga pendampingan terhadap kondisi korban.
Dalam proses mediasi tersebut, Dinsos P3AKB Bondowoso turut memberikan pendampingan. Sebelum mediasi dilakukan, petugas dari dinas terkait juga mendatangi kediaman korban untuk melakukan asesmen awal.
Kabid Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, mengatakan bahwa asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi korban sekaligus menentukan kebutuhan pendampingan berikutnya.
"Kami mendatangi rumah korban untuk assessment dan menentukan langkah selanjutnya," tegasnya.
Ia memastikan Dinsos P3AKB Bondowoso akan tetap melakukan pendampingan sesuai kebutuhan korban. Jika hasil asesmen menunjukkan korban membutuhkan dukungan lebih lanjut, pihaknya juga siap memfasilitasi layanan psikologis.
Pendampingan tersebut dinilai penting mengingat dugaan perundungan yang dialami korban telah menjadi perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, seorang pelajar perempuan mengenakan pakaian berwarna hitam terlihat menangis seorang diri. Tak lama kemudian, sejumlah pelajar perempuan mendatangi korban. Rekaman tersebut memperlihatkan adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap korban, seperti tendangan, dorongan, serta tamparan sebanyak dua kali.
Terdengar pula suara perempuan yang diduga melontarkan ejekan menggunakan bahasa Madura. Video tersebut diduga direkam oleh rekan pihak yang melakukan tindakan kekerasan dan kemudian diunggah ke media sosial.
Berdasarkan informasi sementara, korban merupakan siswi salah satu SMP Negeri di Kecamatan Bondowoso. Sementara pelajar yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan disebut berasal dari salah satu SMK di wilayah kecamatan yang sama. Dugaan sementara, kejadian tersebut dipicu persoalan kecemburuan. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang serta rangkaian kejadian secara utuh.
Di sisi lain, proses asesmen dan pendampingan terhadap korban tetap dilakukan Dinsos P3AKB Bondowoso. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
#Bullying #Bondowoso #Perundungan #Pelajar #PolresBondowoso #DinsosP3AKB #Viral #StopBullying #PerlindunganAnak #BeritaViral