JAVASCORNER.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Rekaman video yang memperlihatkan sekelompok relawan emak-emak berjoget ria sambil memasak di Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) Lampung Barat viral di media sosial. Aksi ceria ini menuai beragam reaksi, mulai dari hiburan hingga kekhawatiran soal higienitas dapur. Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Lampung, Gede, mengonfirmasi akan meninjau langsung lokasi dan membuat laporan khusus ke BGN pusat.
Kronologi Kejadian
Video berdurasi 47 detik itu memperlihatkan sejumlah emak-emak mengenakan apron hijau dan penutup kepala tengah menyiapkan makanan dalam porsi besar. Alunan musik kencang mengiringi aktivitas mereka, membuat suasana dapur menjadi riuh rendah. Beberapa relawan terlihat menggoyangkan badan sambil memegang alat masak, diiringi tawa dan raut wajah sumringah.
Aksi joget ini terjadi di sela-sela aktivitas memasak menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur umum SPPG Kabupaten Lampung Barat. Video tersebut diambil oleh salah satu relawan dan kemudian menyebar luas di platform media sosial.
Detail Video
- Lokasi: SPPG Lampung Barat
- Durasi: 47 detik
- Aktivitas: Memasak MBG sambil berjoget
- Sumber: Rekaman pribadi relawan
Reaksi Masyarakat
Video ini memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian merasa terhibur dengan semangat ceria para ibu-ibu relawan di tengah tugas berat mereka. Banyak yang memuji kekompakan dan kegembiraan yang ditunjukkan.
Namun, tidak sedikit pula yang melontarkan kritik. Kekhawatiran utama menyangkut aspek higienitas dan profesionalitas saat bekerja di area dapur. Beberapa netizen mempertanyakan apakah aktivitas joget tersebut mengganggu konsentrasi dan kebersihan makanan yang disiapkan.
Tindak Lanjut BGN
Menanggapi viralnya video tersebut, Perwakilan BGN Provinsi Lampung, Gede, mengonfirmasi telah menerima informasi. Pihaknya akan menjadwalkan pengecekan dan peninjauan langsung ke SPPG setempat.
"Iya monitor-monitor. Itu nanti coba saya konfirmasikan dulu ya," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut, Gede memastikan akan mengirim surat laporan khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tindak lanjut resmi. "Iya buat Lapsus (laporan khusus) ya. Nanti dikabari info tindak lanjutnya," imbuhnya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan BGN dalam menangani protokol kerja di dapur umum MBG. Ke depannya, diharapkan ada evaluasi untuk menjaga keseimbangan antara semangat relawan dan standar higienitas yang ketat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pelatihan bagi para relawan agar tetap profesional tanpa kehilangan semangat kebersamaan.