JAVASCORNER.CO.ID, WAY KANAN - Sebuah video seorang ibu rumah tangga di Pakuon Ratu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, viral di media sosial. Dalam video itu, ia menangis memohon keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena suaminya ditahan polisi. Sang suami, seorang pengecer Pertalite, diduga dimintai 'uang damai' Rp50 juta agar kasusnya tidak dilanjutkan, namun ia tak mampu membayar.
Kronologi Penangkapan
Dalam video yang beredar, sang istri menjelaskan bahwa suaminya hanyalah pedagang kecil yang mengecer Pertalite untuk membantu warga sekitar. Lokasi SPBU yang jauh membuat warga kesulitan mendapatkan BBM.
"Saya pedagang kecil, pengecer Pertalite membantu keperluan warga yang mau ke kebun, anak untuk sekolah, dikarenakan jauh dari Pertamina (SPBU)," ujarnya sambil terisak.
Kejadian bermula saat ia menerima pasokan Pertalite dari rekannya di Negara Ratu, Lampung Utara. Namun, hanya 5-10 menit setelah pasokan tiba, petugas kepolisian mendatangi rumahnya.
Ia dituduh melakukan penimbunan BBM bersubsidi dan langsung dibawa ke Polsek Pakuon Ratu untuk diproses lebih lanjut.
Dugaan Permintaan Uang Damai
Bagian paling menyita perhatian publik adalah pengakuan sang istri bahwa ia dimintai uang Rp50 juta agar suaminya dibebaskan dari tuduhan penimbunan.
"Di situ saya dimintain uang sebesar 50 juta agar saya dibebaskan. Namun saya enggak punya uang sebanyak itu pak. Karena saya enggak bisa bayar uang sebanyak itu, maka suami saya ditahan di Polres Way Kanan," katanya sambil menyeka air mata.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan permintaan uang tersebut. Netizen pun ramai mendesak investigasi.
Permohonan Keadilan ke Presiden dan Kapolri
Karena merasa terhimpit, sang istri melayangkan permohonan terbuka melalui video. Ia meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Komisi III DPR RI.
"Assalamualaikum Bapak Presiden Prabowo, Bapak Kapolri, Bapak Bhabinkamtibmas, Komisi III DPR RI... Saya mohon pak, saya mohon banget pak bebaskan suami saya. Saya mohon pak, saya mohon. Terima kasih," tutupnya dengan suara bergetar.
Video ini terus dibagikan warganet yang berharap ada kejelasan hukum dan keadilan bagi keluarga pengecer kecil tersebut.